2 Kebo Bule Adu Banteng saat Latihan Kirab Malam 1 Suro 2026
5 Kebo Bule sudah dipisahkan antara jantan dan betina sebelum gladi untuk mengantisipasi hal tak diinginkan.
Gladi Mahesa jelang Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 diwarnai insiden tak terduga.
Dua ekor Kebo Bule keturunan Kyai Slamet milik Keraton Solo saling beradu kepala (adu banteng) saat dikeluarkan untuk latihan di Alun-alun Selatan, Sabtu (13/6/2026) sore.
Aksi saling seruduk itu terekam dan viral di media sosial Instagram @seputar_surakarta. Berbeda dengan narasi "tanda alam".
Pawang Kebo Bule Keraton Surakarta, Heri Sulistyo, menyebut insiden murni dipicu naluri hewan yang sedang birahi.
"Ya itu karena birahi itu. Jadi ada yang jantan mau misah, rebutan betina. Itu yang Ponco sama Wati kakaknya, mau misah jangan diganggu gitu lah," ujar Heri di Alun-alun Kidul Solo, Senin (15/6/2026).
Sudah Dipisah, Naluri Tetap Kuat
Heri menjelaskan, 5 Kebo Bule sudah dipisahkan antara jantan dan betina sebelum gladi untuk mengantisipasi hal tak diinginkan. Namun naluri alami hewan ternak sulit dibendung saat musim kawin.
"Kan dari dulu satu kandang, terus dari sini tak kumpulke (dikumpulkan), bedakke (bedakan) lah itu. Dan yang birahi adiknya lah caranya, adiknya jantan apa itu, karepe misah," jelasnya.
Insiden itu diakui cukup menguras tenaga petugas. "Wah. Nah kalau dukanya ya kebo tarung itu, sangat-sangat, lumayan pusing itu. Kerbau itu kalau berantem, birahi itu, itu kan alami," tambah Heri.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerusakan yang terjadi hanya pada benda di sekitar lokasi akibat benturan fisik kedua kebo.
"Enggak ada korban, cuma ya nubruk-nubruk gitu, barang-barang paling, kena-kena kesenggol-kesenggol gitu," pungkasnya.
Gladi untuk Peregangan Sebelum Kirab
Sebelumnya sebanyak 5 ekor Kebo Bule keturunan Kyai Slamet dilepas dari kandang untuk diarak mengitari Keraton. Prosesi itu bagian dari gladi Mahesa menyambut Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang digelar Selasa 16/6 malam.
Kebo dilepas selama 2 hari untuk latihan jalan karena lama tidak keluar kandang.
"Selama 2 hari dikeluarkan, hari ini, sama besok. Buat latihan jalan, karena lama tidak keluar kandang, biar kakinya lemas. Biasanya lari, tapi ini sepertinya kakinya kaku," kata Heri.
Kelima kebo terdiri dari 3 betina dan 2 jantan. Namanya Nyai Paing 13 tahun, Ponco, Watin, Mugi, dan yang paling kecil Suro 3 tahun.
"Ada yang birahi kayake, agak rewel, tapi besok sudah tidak. Biasa kalau 1-2 hari seperti itu," ucapnya.
Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro tetap dijadwalkan berlangsung Selasa (16/6/2026) malam, dengan pengamanan dan penanganan khusus untuk kelima Kebo Bule sakral Keraton Surakarta.