Mensos Gus Ipul Usul Tambah Anggaran Rp22,49 Triliun Agar Bansos dan Sekolah Rakyat Optimal
Gus Ipul juga mengeluhkan berkurangnya anggaran perlindungan dan jaminan sosial, serta anggaran rehabilitasi sosial (Atensi).
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan tambahan anggaran Rp22,49 triliun untuk tahun 2027. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, total pagu indikatif diberikan sebesar Rp84,71 triliun masih belum cukup. Sehingga dibutuhkan tambahan anggaran untuk program prioritas, mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga Sekolah Rakyat tidak terganggu pelaksanaannya.
"Izin pimpinan, ada beberapa catatan yang penting kami kemukakan. Pagu indikatif ini mengandung 9 keterbatasan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program," kata Saifullah Yusuf dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (10/6).
Efisiensi Anggaran Kemensos
Menurutnya, Kemensos sudah melalukan efisiensi karena ada keterbatasan di antaranya anggaran. Dia mencontohkan operasional kantor yang turun signifikan sehingga hanya cukup untuk gaji serta operasional dasar.
“Yang berikutnya, tidak ada anggaran operasional bansos sama sekali. Anggaran Sekolah Rakyat masih kurang. Anggaran Pemberdayaan Sosial juga belum optimal,” kara Gus Ipul.
Anggaran Perlindungan Jaminan Sosial Berkurang
Gus Ipul juga mengeluhkan berkurangnya anggaran perlindungan dan jaminan sosial, serta anggaran rehabilitasi sosial (Atensi). Oleh karena itu, Kemensos mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp22,49 triliun untuk tahun 2027.
"Kami mohon dukungan Komisi VIII untuk memperjuangkan tambahan anggaran ini agar program-program prioritas nasional dapat berjalan optimal," jelas dia.
"Artinya selama 2 tahun berturut-turut Kementerian Sosial menjalankan mandat yang terus bertambah, adanya Sekolah Rakyat, digitalisasi bansos, kartu usaha afirmatif, dengan anggaran yang 25 persen lebih rendah dibanding tahun 2025," pungkas Gus Ipul.