Kemensos Dorong NTT Jadi Provinsi Ramah Lansia, Siap Sambut HLUN 2026
Kementerian Sosial gencar mendorong Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi ramah lansia melalui berbagai program terpadu, menyambut perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang akan datang.
Kementerian Sosial (Kemensos) menggalakkan inisiatif menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi ramah lansia. Dorongan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Kolaborasi program layanan terpadu menjadi fokus utama dalam upaya ini.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyatakan kesiapan NTT sebagai tuan rumah HLUN ke-30. Pernyataan tersebut disampaikan di Kupang, Sabtu, menandai komitmen pemerintah pusat. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, juga menyambut baik kepercayaan ini.
Berbagai layanan telah dan akan diselenggarakan di 22 kabupaten/kota di NTT. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan sosial bagi para lansia. Harapannya, lansia dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Program Layanan Terpadu untuk Lansia NTT
Kemensos bersama Pemerintah Provinsi NTT telah meluncurkan serangkaian layanan terpadu. Layanan ini mencakup aspek kesehatan, bantuan aksesibilitas, serta pendampingan sosial di seluruh wilayah NTT. Salah satu program unggulan adalah operasi katarak gratis bagi lansia.
Sekitar 560 lansia di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang, telah menerima manfaat operasi katarak. Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan aksesibilitas seperti alat bantu dengar untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Program ini memastikan lansia mendapatkan dukungan yang memadai.
Pemberdayaan ekonomi lansia juga menjadi perhatian penting dalam inisiatif ini. Pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga juga difasilitasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan akses layanan sosial berbasis data yang akurat dan tepat sasaran.
Kemensos turut menyediakan layanan kewirausahaan bagi lansia yang ingin tetap produktif. Program home care juga tersedia untuk lansia sebatang kara yang membutuhkan perhatian khusus. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, sangat vital untuk keberlanjutan layanan ini.
Pentingnya Peran Keluarga dan Edukasi Generasi Muda
Supomo menekankan bahwa keluarga adalah lingkungan utama dan paling hangat bagi lansia. Peran keluarga sangat krusial dalam memberikan dukungan emosional dan fisik. Oleh karena itu, Kemensos berupaya memperkuat peran keluarga dalam merawat lansia.
Upaya edukasi generasi muda juga menjadi prioritas melalui program Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selain itu, ada juga program Pekerja Sosial (Peksos) Goes to School. Program-program ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian di kalangan generasi muda terhadap kondisi lansia.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk memperkuat perlindungan sosial bagi lansia. Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan layanan, pendampingan, serta penghormatan terhadap martabat mereka. Supomo menegaskan bahwa usia hanyalah angka, dan pengalaman lansia sangat berharga.
Kontribusi lansia masih sangat diharapkan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Pengalaman hidup yang kaya dari para lansia dapat menjadi sumber inspirasi. Mereka juga dapat berperan sebagai teladan bagi generasi penerus bangsa.
Komitmen NTT dan Semangat HLUN 2026
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyambut baik penunjukan daerahnya sebagai tuan rumah HLUN 2026 secara nasional. Kepercayaan ini menjadi momentum penting bagi NTT untuk menunjukkan komitmennya. Provinsi ini siap menjadi contoh dalam pelayanan ramah lansia.
Tema HLUN 2026, "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh," menggarisbawahi semangat ketangguhan. Tema ini juga menyoroti keteladanan serta peran aktif lansia dalam pembangunan nasional. Menjadi lansia tangguh berarti tidak menyerah pada usia, meskipun ada keterbatasan.
Pemerintah provinsi memastikan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui penguatan regulasi dan jaminan sosial yang lebih baik. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan puncak HLUN 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi jalan sehat, senam bersama, dan cek kesehatan gratis. Ada juga donor darah, pameran produk lansia, serta panggung hiburan yang menarik. Semua kegiatan ini bertujuan untuk menghormati dan merayakan kontribusi lansia.
Sumber: AntaraNews