Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan sebanyak 31 unit rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan, Bali, akan masuk dalam program perbaikan Rumah Sejahtera Terpadu (RST). Renovasi ini ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2026 mendatang.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa kepastian renovasi tersebut merupakan langkah cepat pemerintah setelah menerima audiensi dan aspirasi dari Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Pertemuan tersebut membahas penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah itu.
Program ini secara khusus menyasar keluarga prasejahtera yang anaknya terdaftar di Sekolah Rakyat rintisan. Salah satu penerima manfaat adalah Sekolah Rakyat Mahatmiya Pintar (SRMP) 17 Tabanan, yang saat ini mengasuh 74 siswa dan berlokasi di kompleks Sentra Mahatmiya Bali, Tabanan.
Advertisement
Advertisement
Fokus Renovasi Rumah Kemensos di Tabanan
Program Renovasi Rumah Kemensos ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera melalui perbaikan hunian. Wamen Kemensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak di lapangan. Diharapkan, rumah yang layak huni akan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi keluarga dan mendukung proses belajar anak-anak.
Sekolah Rakyat Mahatmiya Pintar (SRMP) 17 Tabanan, dengan 74 siswanya, menjadi salah satu titik fokus penting dari program ini. Keberadaan sekolah ini sangat vital dalam memberikan pendidikan alternatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Perbaikan rumah orang tua siswa diharapkan dapat memberikan stabilitas dan kenyamanan, yang secara tidak langsung akan mendukung konsentrasi belajar mereka.
Target dimulainya pembangunan pada Juni 2026 menggarisbawahi keseriusan Kemensos dalam merealisasikan program RST ini. Koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, seperti yang terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan, menjadi kunci keberhasilan. Hal ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam menanggapi aspirasi masyarakat dengan tindakan nyata.
Advertisement
Advertisement
Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Baubau
Selain fokus pada Renovasi Rumah Kemensos di Tabanan, pertemuan tersebut juga membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah pusat berupaya memastikan semua persyaratan terpenuhi agar pembangunan dapat segera dimulai.
Pemerintah Kota Baubau telah menunjukkan kesiapannya dengan menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea. Wali Kota Baubau Yusran Fahim menyatakan bahwa lahan tersebut telah ditinjau dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU). Ini menandakan bahwa aspek infrastruktur dasar sudah teratasi.
Yusran Fahim juga menambahkan bahwa seluruh kelengkapan administrasi terkait lahan telah tuntas. Sebelumnya, KemenPU sempat memiliki catatan mengenai sertifikat, namun kini masalah tersebut telah diselesaikan. Dengan demikian, semua persyaratan teknis telah terpenuhi sepenuhnya.
Advertisement
Perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Jauhari, menjelaskan bahwa Kota Baubau telah dimasukkan ke dalam daftar prioritas pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen untuk tahap ketiga. Semua persyaratan teknis dan kriteria telah memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini, pembangunan hanya tinggal menunggu penetapan lebih lanjut dari Menteri Sosial untuk memulai konstruksi fisik.
Sumber: AntaraNews