Jejak Terakhir Satpam Waduk Jatiluhur Sebelum Ditemukan Tewas Terborgol

Satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), ditemukan tewas dengan tangan terborgol. Sebelumnya ia menegur remaja vandalisme. Polisi menunggu hasil autopsi.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Jejak Terakhir Satpam Waduk Jatiluhur Sebelum Ditemukan Tewas Terborgol
Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Mengapung dengan Tangan Terborgol

Satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tenggelam di perairan dengan tangan terikat borgol.

Sebelum kejadian, warga setempat menyebut Sumarna sempat menegur sejumlah remaja yang hendak melakukan vandalisme di area waduk.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk autopsi. Jajaran Polres Purwakarta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Teguran Remaja dan Kronologi Hilangnya Satpam Waduk Jatiluhur

Menurut keterangan warga bernama Warta, teguran itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) malam. Ia menyebut para remaja tersebut diduga kembali datang pada Kamis (23/7/2026) malam.

"Dia (Sumarna) melarang orang yang mau corat-coret (vandalisme). Itu wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk," kata warga setempat, Warta kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Sumarna mulai dicari pada Jumat (24/7/2026) dini hari dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi danau pada siang harinya.

"Kepala satpam bilang Sumarna enggak ada dari jam tiga dini hari. Setelah dicari bareng teman-teman dan warga, ketemu jam 11 siang dalam air di pinggir danau," ujar dia.

Ditemukan oleh Rekannya, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyebut korban pertama kali terlihat oleh satpam lain yang bertugas di sekitar lokasi.

"Korban pertama kali ditemukan oleh seorang satpam yang melihat tubuh korban tenggelam di perairan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga setempat dan diteruskan kepada aparat kepolisian," kata Hendra.

Setelah temuan tersebut, polisi melakukan olah TKP dengan memintai keterangan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti.

Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk autopsi. Hendra mengatakan jajaran Polres Purwakarta masih menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab kematian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk mengungkap fakta yang sebenarnya," pungkasnya.

Rekomendasi