Firasat Sang Kembaran Sebelum Guntur Hilang di KM Virgo

Guntur merupakan salah satu penumpang KM Virgo tenggelam di perairan Jawa. Guntur menggunakan identitas kembaran saat berangkat.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Firasat Sang Kembaran Sebelum Guntur Hilang di KM Virgo
Keluarga penumpang KM Virgo menunjukkan foto kerabatnya. (merdeka.com/arie sunaryo).

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Selat Jawa meninggalkan cerita pilu dari Jebres, Solo. Guntur Aji Pangestu (27) dinyatakan sebagai korban, namun saat berangkat dia menggunakan identitas kembarannya sendiri, Guruh Aji Pangestu.

"Kalau yang beda SIM, si Guntur sudah punya SIM, cuma kalau untuk armada kendaraan besar dia belum sampai SIM-nya, masih A. Kalau saya sudah sampai B," kata Guruh saat ditemui wartawan di kediamannya, Jebres, Selasa (15/9).

Menurut Guruh, data dirinya kemungkinan dipakai saat Guntur mendaftar sebagai sopir ekspedisi.

"Kalau data saya dimasukin ke ekspedisi, mungkin data saya difoto, dipakai gitu. Dia punya SIM sendiri, kalau saya sendiri," ujar Guruh.

Firasat Sebelum Berangkat

Sebagai kembaran, Guruh mengaku punya firasat aneh sebelum kejadian pada Minggu (13/9).

"Saya punya firasat. Ya enggak enak di hati, enggak enak," tutur Guruh.

Dia juga teringat status WhatsApp terakhir Guntur pada Sabtu, sehari sebelum kapal tenggelam. Isinya: capek dan ingin tidur.

"Terakhir statusnya si Guntur itu sudah ngaco. Terakhir ingin tidur, badannya capek, ingin tidur terus katanya," kata Guruh.

Dua-tiga hari sebelum kejadian, Guruh bahkan sempat kepikiran bikin story WhatsApp bareng Guntur. Padahal mereka berdua tidak pernah melakukan itu.

"Enggak pernah. Sama sekali hubungan enggak pernah," kata Guruh.

Guruh menambahkan, sempat berkomunikasi dengan kembarannya pada 10 September, atau dua hari sebelum Guntur berangkat.

 

Rencana Januari Mau Nikah

Kakak Guntur, Pandu Priambodo, mengatakan adiknya berangkat Kamis (10/9) ke Surabaya, lalu naik kapal Sabtu malam tujuan Banjarmasin. Komunikasi terakhir Guntur dengan ibunya saat kapal sudah dapat sinyal.

"Itu terakhir kalau mau nyampe Banjarmasin mau dikirimin uangnya. Itu sudah dapat sinyal dia itu. Posisi Sabtu malam," ujar Pandu.

Dari info rekan yang selamat, kapal terbalik sangat cepat.

"15 menit, 20 menit lah langsung hanyut, kebalik," kata Pandu.

Diduga Guntur berada di kamar saat kejadian. Sementara yang selamat kebanyakan ada di dek dan lobi.

Guntur disebut Pandu adalah sosok ramah, suka bercanda, dan rajin kirim uang ke orang tua. Januari depan rencananya ia mau menikah.

"Rencana pas telepon saya Januari mau menikah. Kalau ada rezeki pasti ngasih orang tua," kata Pandu.

Hingga kini keluarga masih menunggu kabar dan bersiap berangkat ke Surabaya untuk mencari informasi lebih lanjut.

"Kaget juga sih kalau datanya dipakai. Tapi ya enggak bisa dijelasin," tutup Guruh.

 

Rekomendasi