Kemensos Ungkap 1.900 Pegawai Terindikasi Judol, 29 Ada di Sulsel

Mensos Saifullah Yusuf mengaku sedang melakukan pendalaman terhadap 1.900 pegawai teridikasi judol tersebut. Gus Ipul menegaskan data dimiliki Kemensos sangat jelas.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Kemensos Ungkap 1.900 Pegawai Terindikasi Judol, 29 Ada di Sulsel
Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (15/9). (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan 25.214 penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi digunakan judi online (judol). Selain penerima bansos, Gus Ipul juga mengungkapkan ada 1.900 pegawai terindikasi main judol dan 29 di antaranya daerah Sulawesi Selatan.

"Khusus yang di Kementerian Sosial pegawainya lebih dari 40 ribu. Seribu sembilan ratusnya terindikasi main judol. Dua puluh sembilan di antaranya di daerah Sulawesi Selatan," ujar Gus Ipul saat acara Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (15/9).

Gus Ipul membeberkan pegawai Kemensos di Kabupaten Luwu Timur terindikasi main judol terbanyak. Berdasarkan data Kemensos, ada empat pegawai terindikasi judol dengan angka Rp13,24 juta. Disusul pegawai di Kabupaten Bone sebanyak tiga orang dengan nilai total deposit sebesar Rp59,13 juta. Posisi ketiga, Kabupaten Pangkep dengan jumlah tiga pegawai dengan nilai deposit mencapai Rp13,78 juta.

"Total (deposit judol) di Sulsel Rp184,32 juta. Deposit terbesarnya Rp56 juta. Semua datanya kami terima dari PPATK," ujar Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengaku sedang melakukan pendalaman terhadap 1.900 pegawai teridikasi judol tersebut. Gus Ipul menegaskan data dimiliki Kemensos sangat jelas.

"Datanya jelas, sehingga tidak bisa bohong. Tentu ini data ada lampiran-lampiran, bukti-buktinya. Mkaanya ini menjadi pelajaran buat kita semua," ujar Gus Ipul.

Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (15/9). (merdeka.com/Ihwan Fajar).
Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (15/9). (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Gus Ipul mengatakan, untuk 1.900 pegawai Kemensos sudah menyiapkan sanksi dari ringan sampai berat. Gus Ipul menyebut jika pegawai tersebut hanya iseng atau sekali dua kali terancam mendapatkan sanksi ringan.

"Ada sanksi ringan. Kalau yang iseng sekali dua kali kita akan dalami. Mungkin kalau dimanfaatkan orang lain kita akan minta dia lakukan penutupan rekening misalnya. Kita sedang dalami," kata dia.

Namun jika ditemukan fakta pegawai tersebut suddah kecanduan judol dan menggunakan uang kantor ancamannya adalah sanksi berat. Dia menegaskan sanksi berat sudah pasti diberhentikan atau dipecat.

"Tapi kalau yang sudah kecanduan, apalagi sampai menggunakan uang kantor. Pasti itu akan kita berhentikan. Ya, ini sedang kita dalami," kata dia.

Selain pegawai, Gus Ipul juga mengungkapkan ada 25.214 keluarga penerima manfaat (KPM) atau penerima bantuan sosial (Bansos) di Sulsel terindikasi bermain judi online (Judol). Gus Ipul mengungkapkan nominal deposit terbesar yakni Rp232,63 juta dan dengan nominal rata-rata transaksi judol sebesar Rp1,6 juta per orang.

“Itu menurut data dari PPATK,” tutur mantan Wali Kota Pasuruan ini.

Berdasarkan data, Kota Makassar merupakan yang tertinggi yakni 3.324 KPM, disusul Kabupaten Bone sebanyak 2.001, Luwu 1.914, Gowa 1.842, Wajo sebanyak 1.314 dan terendah Bantaeng dengan kasus 373 KPM.

Gus Ipul menyampaikan, berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan oleh tim Kemensos, rekening atas nama penerima tak banyak yang mengakses Judol secara langsung. Transaksi Judol malah dilakukan oleh keluarga terdekat.

Selain anak, Kemensos juga menemukan cucu, istri bahkan mertua juga menggunakan data KPM digunakan transaksi Judol.

“Setelah kita klarifikasi, terbanyak disalahgunakan adalah anaknya. Ini jadi pelajaran,” tandas Gus Ipul.

Rekomendasi