Fakta Unik: Operasi Katarak Gratis Adaro YABN Telah Sembuhkan 7.000 Pasien, Kini Sasar Barito Kuala
PT Adaro Indonesia dan YABN kembali menggelar Operasi Katarak Gratis Adaro YABN, kali ini di Barito Kuala. Program ini telah menyembuhkan ribuan pasien, bagaimana kelanjutannya?
PT Adaro Indonesia bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan Dinas Kesehatan Barito Kuala telah sukses menyelenggarakan operasi buta katarak gratis. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung di Klinik Utama Setara, Kecamatan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Program ini secara resmi dibuka oleh Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi pada hari Sabtu, 20 September.
Sebanyak 35 pasien di wilayah Barito Kuala mendapatkan kesempatan untuk menjalani prosedur medis penting ini tanpa dipungut biaya. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang menderita katarak agar dapat kembali produktif. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Operasi gratis ini menjadi bagian dari program yang menargetkan 480 pasien di enam kabupaten pada tahun 2025 mendatang. Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Diauddin mengapresiasi program ini sebagai langkah strategis. Program ini diharapkan mampu secara signifikan mengurangi angka kebutaan di Kalimantan Selatan.
Kolaborasi Strategis untuk Kesehatan Masyarakat
Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, menyambut baik pelaksanaan operasi katarak gratis ini. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara Adaro dan Dinas Kesehatan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang menderita katarak menjadi lebih produktif setelah sembuh.
Bahrul Ilmi juga mengungkapkan harapannya agar program positif ini dapat memotivasi upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. "Melalui gagasan yang baik ini, kami terus berkomitmen agar masyarakat mendapatkan kesejahteraan di bidang kesehatan," ujarnya. Komitmen ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif sosial tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, menyoroti program operasi katarak gratis Adaro sebagai langkah strategis dalam mengurangi persentase kebutaan. Diauddin menjelaskan bahwa katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di masyarakat. Oleh karena itu, program ini memiliki peran krusial dalam upaya pencegahan kebutaan.
Diauddin berharap PT Adaro Indonesia dapat terus memperluas jangkauan layanannya. Hal ini penting untuk membantu pemerintah dalam menangani kasus kebutaan yang masih tinggi. "Terima kasih PT Adaro Indonesia dan YABN, semakin banyak program sosial tentu akan semakin membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan," kata Diauddin.
Teknologi Canggih dan Target Ambisius Adaro
Aan Nurhadi, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, menjelaskan target operasi katarak untuk tahun 2025. Program ini menargetkan sebanyak 480 pasien di enam kabupaten, termasuk empat di Kalsel dan dua di Kalimantan Tengah. Barito Kuala menjadi lokasi pertama pelaksanaan program di tahun ini dengan 35 pasien.
Adaro bermitra dengan organisasi medis PPI yang memiliki spesialisasi dalam operasi katarak. Mereka mendatangkan dokter spesialis mata yang menggunakan teknologi Phacoemulsification. Teknik modern ini dikenal cepat dan efisien dalam mengangkat katarak.
Teknologi Phacoemulsification memungkinkan penanganan satu pasien hanya dalam waktu sekitar 10-15 menit. Kecepatan ini sangat membantu dalam melayani lebih banyak pasien yang membutuhkan. Fokus utama program operasi katarak gratis ini adalah masyarakat dari kalangan ekonomi lemah.
Tujuannya agar mereka dapat terbantu dan kembali produktif setelah sembuh dari katarak. Program ini menunjukkan komitmen Adaro dalam memberikan dampak positif. Mereka berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses kesehatan yang memadai.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kesejahteraan
Program CSR ini merupakan komitmen tahunan PT Adaro Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Forum tim perumus terkait program CSR telah ada sejak beberapa tahun lalu. Hal ini memastikan program berjalan terencana dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Aan Nurhadi mengungkapkan bahwa operasi katarak gratis yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003 di lingkungan operasi Adaro telah menyembuhkan sekitar 7.000 pasien. Angka ini menunjukkan dampak signifikan dari program jangka panjang tersebut. Keberlanjutan program menjadi kunci keberhasilan.
"Semoga target 2025 sebanyak 480 pasien berjalan lancar," ujar Aan. Adaro menerapkan pendekatan "jemput bola" sesuai arahan pimpinan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Pendekatan ini memastikan bantuan kesehatan sampai ke tangan yang tepat.
Program ini secara konsisten mendukung visi misi Adaro dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan sehat. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pengembalian produktivitas masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Sumber: AntaraNews