Pulihkan Penglihatan, Sido Muncul Gelar Operasi Gratis untuk 100 Penderita Katarak di Jonggol
Katarak merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah atau diobati, terutama pada populasi lanjut usia.
Katarak menjadi salah satu penyakit yang diidap oleh banyak masyarakat Indonesia. Pasalnya, berdasarkan data Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB), 3 dari 100 orang yang berusia 50 tahun ke atas mengalami katarak.
Dengan kata lain, jika dihitung secara keseluruhan, jumlah penderita katarak di Indonesia diperkirakan mencapai 1,6 juta jiwa.
Melihat kondisi tersebut, Sido Muncul pun secara konsisten mengentaskan katarak melalui operasi gratis yang dilakukan di berbagai Indonesia.
Terbaru, Sido Muncul menggelar operasi Katarak gratis untuk 100 peserta di RS Permata Jonggol, Jawa Barat, Rabu (23/7/2025).
Direktur Sido Muncul, Dr (H.C.) Irwan Hidayat menyebut bahwa kegiatan operasi katarak gratis menjadi sebuah komitmen perusahaannya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
“Kami memang berkomitmen untuk terus memberi kontribusi dan sejak 2011 kami sudah membantu lebih dari 57 ribu mata,” sebutnya.
Irwan pun menuturkan bagaimana Sido Muncul menginisiasi operasi katarak gratis pada 2011 silam. Menurutnya, hal itu didasari oleh prinsip bisnis, yakni kontribusi untuk banyak orang.
“Tahun 2011, saya mulai berpikir bagaimana agar perusahaan kami tidak hanya untung, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
“Dari sanalah muncul ide untuk mengadakan operasi katarak gratis, waktu itu saya membaca bahwa jumlah penderita katarak di Indonesia sangat banyak, sementara dokter mata terbatas, mungkin hanya sekitar 3.000 sampai 4.000,” jelas Irwan.
Ia pun mengungkapkan, operasi katarak gratis tak hanya didanai oleh Corporate Social Responsibility (CSR), namun Sido Muncul menggunakan biaya iklan untuk melakukan hal mulia tersebut.
“Tapi saya sadar, dana CSR perusahaan tidak cukup untuk pembiayaan sebesar itu karena dana CSR hanya sekitar 2 persen dari laba,” ungkap Irwan.
“Lalu saya pikir, bagaimana kalau anggaran iklan sebagian dialihkan untuk kegiatan ini? Jadi dana untuk operasi katarak ini sebenarnya dari belanja iklan, bukan CSR murni,” imbuhnya.
Irwan juga mengatakan, selain katarak, Sido Muncul juga konsisten menjalankan bantuan stunting dan operasi bibir sumbing hingga kini.
“Ke depan saya ingin sekali membantu ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Kenapa? Karena saya pernah mengalami depresi. Saya pernah mengalami norepiaphobia, yang berkembang jadi multi-phobia” katanya.
Kerja Sama untuk Kedua Kalinya
Direktur RS Permata Jonggol, dr. Sri Handayani, MARS mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Sido Muncul bukan pertama kalinya.
Ia menyebut, sebelumnya di bulan Maret 2025 kemarin, RS Permata Jonggol sempat bekerja sama dalam menggelar kegiatan stunting yang menyasar anak-anak di wilayah Bogor Timur.
“Ini bukan pertama kalinya kami bekerja sama karena pada bulan Maret lalu, kami juga mengadakan kegiatan sosial untuk anak-anak dengan masalah stunting di wilayah Bogor Timur,” sebut Sri.
“Dan kini, pada bulan Juli, kegiatan operasi katarak kembali dilaksanakan, dengan 100 peserta yang telah melalui proses screening dan sebagian besar sudah menjalani operasi,” jelasnya.
Sri pun berharap, dapat terus bekerja sama dengan Sido Muncul untuk memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami berharap RS Permata Jonggol dapat terus memberikan pelayanan terbaik, menjadi pilihan utama masyarakat, dan terus berkolaborasi dengan Sido Muncul maupun instansi lainnya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Selain itu, Camat Jonggol, Andri Rahman,S.STP.,M.Si mengapresiasi peran Sido Muncul dalam membantu warganya yang mengidap katarak.
Baginya, operasi gratis dari Sido Muncul itu dapat membantu masyarakat kembali sehat dan melihat keindahan dunia dengan lebih jelas.
“Penghargaan setinggi-tingginya Sido Muncul yang terus memberikan baktinya dan berbuat baik di Bogor. Semoga Sido Muncul terus jaya dan memberikan kontribusi positif untuk masyarakat,” ujar Andri.
Bantu Melihat dengan Jelas
Salah satu peserta operasi katarak gratis dari Sido Muncul, Andri (54) yang berasal dari Cikahuripan, Kelapa Nunggal, Jonggol, merasa bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut.
Pria yang sudah dua tahun mengidap katarak itu pun menceritakan bagaimana perasaannya setelah menjalani operasi katarak gratis dari Sido Muncul.
“Masya Allah, terang banget. Dua tahun saya tidak bisa melihat dengan jelas, sekarang bisa lihat lagi, rasanya terharu,” ujar Andri.
“Operasi katarak gratis ini luar biasa bermanfaat, saya bisa salat Jumat lagi, bisa keluar rumah, karena sebelumnya cuma bisa di rumah saja,” jelasnya.
Andri pun menilai, apa yang dilakukan Sido Muncul menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat luas, khususnya mereka yang kurang mampu.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. Saya dua tahun tidak lihat, akhirnya bisa dibantu lewat program ini,” ucapnya.