RSCM Lakukan Operasi Lanjutan Terpadu untuk Korban Paparan Air Keras AY

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali melakukan operasi lanjutan terpadu pada korban paparan air keras berinisial AY setelah tim medis menemukan kondisi iskemia dan penipisan jaringan mata yang progresif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
RSCM Lakukan Operasi Lanjutan Terpadu untuk Korban Paparan Air Keras AY
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melakukan operasi lanjutan pada korban paparan air keras berinisial AY setelah ditemukan iskemia. Tim medis fokus menjaga integritas bola mata dan mempercepat penyembuhan luka. (AntaraNews)

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah melaksanakan operasi lanjutan terpadu terhadap korban paparan air keras berinisial AY pada Rabu, 25 Maret 2026. Tindakan medis ini dilakukan menyusul ditemukannya kondisi iskemia pada mata korban setelah tiga hari perawatan intensif. Tim dokter berupaya keras menjaga integritas bola mata kanan pasien serta mengendalikan proses inflamasi yang masih berlangsung.

Operasi ini diputuskan setelah evaluasi menyeluruh menunjukkan adanya kekurangan aliran darah pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen, yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya. Kondisi iskemia ini memerlukan intervensi segera untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Prosedur kompleks ini melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik RSCM.

Bertempat di kamar operasi Kencana, tindakan dimulai pukul 10.00 WIB, dengan fokus utama memperbaiki permukaan bola mata. Penanganan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pemulihan jaringan yang terdampak parah akibat paparan zat kimia berbahaya tersebut.

Dalam operasi lanjutan ini, tim spesialis mata RSCM melakukan serangkaian tindakan krusial untuk menyelamatkan penglihatan korban. Mereka memindahkan jaringan dari area dalam mata guna menutup bagian yang terbuka. Langkah ini esensial untuk merekonstruksi struktur mata yang rusak akibat paparan air keras.

Selain itu, penempelan membran amnion juga dilakukan untuk membantu regenerasi sel dan mengurangi peradangan. Pemasangan kembali lensa pelindung mata turut menjadi bagian dari prosedur ini, dengan tujuan utama memperbaiki permukaan bola mata. Tindakan ini diharapkan dapat mendukung proses penyembuhan jaringan secara lebih optimal.

Selama prosedur berlangsung, tim medis juga menemukan penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar mata kanan. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari proses inflamasi yang masih aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, membran amnion tambahan ditempelkan dan kelopak mata kanan dijahit sementara.

Penjahitan sementara kelopak mata kanan berfungsi melindungi permukaan mata dari gangguan eksternal. Ini juga memaksimalkan proses pemulihan jaringan yang sangat rentan. Fokus utama adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut.

Bersamaan dengan tindakan tim mata, tim bedah plastik RSCM turut berperan aktif dalam operasi terpadu ini. Mereka melakukan pembuangan jaringan mati lanjutan (debridement) pada area yang terdampak. Prosedur ini sangat penting untuk menghilangkan jaringan yang telah rusak dan mencegah infeksi.

Selanjutnya, tindakan cangkok kulit juga dilaksanakan pada area mata, dada, dan pundak korban. Cangkok kulit ini merupakan bagian integral dari upaya mempercepat proses penyembuhan luka bakar yang parah. Ini membantu memulihkan fungsi kulit dan estetika pada area yang terkena.

Menurut pernyataan resmi RSCM, evaluasi lanjutan terhadap kondisi luka direncanakan akan dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2026. Pemantauan ketat ini vital untuk menilai respons tubuh pasien terhadap operasi. Tim medis tetap melakukan perawatan intensif secara berkelanjutan.

RSCM menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan optimal dan mengedepankan keselamatan pasien dalam setiap tahapan penanganan. Pihak tenaga medis terus memantau kondisi AY secara ketat. Ini memastikan bahwa setiap perkembangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi