Jangan Salah! Makan Wortel Tak Bisa Menyembuhkan Mata Minus
Dokter menjelaskan beberapa mitos tentang mata minus, termasuk anggapan bahwa mengonsumsi wortel dapat memperbaiki penglihatan secara signifikan.
Wortel dikenal memiliki kandungan vitamin A yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Di masyarakat, berkembang anggapan bahwa mengonsumsi wortel dapat menyembuhkan kondisi mata minus. Namun, dokter spesialis mata, Avizena Muhammad Zamzam, menjelaskan bahwa hal tersebut hanyalah mitos.
"Mitos, makan wortel bisa menyembuhkan mata minus. Wortel memang kaya vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, tetapi tidak dapat menghilangkan mata minus. Nutrisi hanya membantu menjaga kesehatan mata, bukan memperbaiki kelainan refraksi," kata Avizena mengutip laman EMC, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, Avizena juga memberikan penjelasan mengenai mitos lain yang beredar, yaitu penggunaan kacamata dapat memperburuk kondisi mata minus. Faktanya, penggunaan kacamata justru berfungsi untuk membantu mata melihat dengan lebih jelas.
"Minus bertambah biasanya disebabkan oleh pertumbuhan bola mata atau kebiasaan melihat jarak dekat terlalu lama, bukan karena kacamatanya," jelasnya. Ada pula anggapan bahwa mata minus bisa sembuh dengan sendirinya, padahal kenyataannya, kondisi ini tidak dapat sembuh tanpa intervensi. Namun, kondisi miopia ini dapat dikontrol agar tidak semakin parah.
Mata minus, yang dalam istilah medis disebut miopia, adalah gangguan penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Hal ini disebabkan oleh posisi bayangan objek yang jatuh di depan retina, bukan tepat di retina seperti pada kondisi mata normal. Akibatnya, objek yang jauh akan tampak kabur, sedangkan objek yang dekat masih dapat terlihat dengan baik.
Faktor Penyebab
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami mata minus. Di antaranya adalah Faktor Genetik, di mana jika orang tua memiliki mata minus, risiko anak untuk mengalami kondisi yang sama akan lebih besar. Selain itu, Kebiasaan Melihat Jarak Dekat juga berkontribusi. Terlalu lama menggunakan gawai, membaca, atau bekerja di depan layar tanpa jeda dapat memicu perkembangan miopia. Hal ini terjadi karena mata dipaksa untuk fokus pada objek yang dekat dalam waktu yang lama.
Selanjutnya, terdapat juga Pertumbuhan Bola Mata sebagai salah satu penyebab. Pada beberapa individu, bola mata tumbuh lebih panjang dari ukuran normal, sehingga bayangan tidak jatuh tepat di retina. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, terutama saat melihat objek yang jauh. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebiasaan melihat yang baik dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mencegah perkembangan mata minus yang lebih parah.
Gejala Mata Minus
Gejala mata minus dapat dikenali melalui beberapa tanda yang muncul. Beberapa di antaranya adalah
- penglihatan kabur saat melihat jauh
- sering menyipitkan mata untuk memfokuskan pandangan terus menerus
- mata terasa cepat lelah
- sakit kepala setelah melihat jauh dalam waktu lama
- kesulitan melihat tulisan di papan atau rambu jalan.
Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala ini, penting untuk segera melakukan pemeriksaan mata. "Jika gejala ini mulai dirasakan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan mata," saran dokter yang bertugas di RS EMC Cibitung. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, Anda dapat mencegah kondisi yang lebih serius dan menjaga kesehatan mata Anda.
Mengatasi Mata Minus
Penanganan mata minus bertujuan untuk memperbaiki penglihatan serta memperlambat perkembangan kondisi tersebut. Ada beberapa metode yang dapat membantu dalam mengatasi mata minus, di antaranya adalah:
Penggunaan Kacamata atau Lensa Kontak
Ini merupakan metode yang paling umum dan aman untuk membantu menjernihkan penglihatan.
Terapi Kontrol Miopia juga menjadi pilihan, di mana dokter dapat merekomendasikan metode tertentu untuk anak-anak guna memperlambat penambahan minus, seperti penggunaan lensa khusus atau terapi tertentu yang sesuai.
Operasi Refraktif seperti LASIK dapat dipertimbangkan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan pada kacamata, asalkan kondisi mata memenuhi kriteria medis berdasarkan hasil diagnosa dokter.
Selain itu, Perubahan Gaya Hidup juga penting untuk diperhatikan. Batasi waktu penggunaan perangkat elektronik agar tidak terlalu lama. Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, lihat objek yang berjarak minimal 20 kaki (6 meter) selama minimal 20 detik. Disarankan untuk lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan memastikan pencahayaan yang cukup saat membaca.
Avizena menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mulai merasakan penglihatan yang kabur, sering mengalami sakit kepala, mata cepat lelah, atau merasa minus bertambah. Pemeriksaan rutin minimal setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali sangat dianjurkan, meskipun tidak ada keluhan yang dirasakan.