RSUD Batang Optimalkan Layanan One Day Care Thalasemia, Transfusi Lebih Cepat
RSUD Batang terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengoptimalkan Layanan One Day Care Thalasemia, memungkinkan pasien melakukan transfusi darah tanpa rawat inap dan memangkas waktu tunggu secara signifikan.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini menyediakan fasilitas layanan satu hari (one day care) khusus bagi pasien thalasemia. Inisiatif ini bertujuan mempermudah proses transfusi darah tanpa mengharuskan pasien menjalani rawat inap, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan.
Direktur RSUD Batang, Any Rusydiani, menegaskan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien kronis. Fasilitas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan yang lebih baik.
Meskipun sistem layanan one day care telah berjalan sekitar satu tahun, pihak rumah sakit melakukan penyegaran dengan menyediakan ruang khusus yang lebih representatif. Pembaruan ini dirancang demi kenyamanan dan privasi optimal bagi para pasien thalasemia.
Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Layanan Thalasemia
RSUD Batang secara aktif berupaya meningkatkan standar pelayanan bagi pasien thalasemia, sebuah penyakit kelainan darah yang memerlukan transfusi rutin. Layanan satu hari ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan yang sering dihadapi pasien.
Dengan adanya fasilitas ini, pasien tidak lagi perlu mengantre lama di poliklinik atau mengecek darah ke laboratorium secara mandiri. Seluruh proses transfusi darah kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Dokter Spesialis Anak, Tan Evi Susanti, menjelaskan bahwa fasilitas ini secara signifikan memangkas waktu tunggu pasien. Hal ini juga menghilangkan kebutuhan untuk menginap di rumah sakit karena menunggu ketersediaan darah hingga esok hari.
Ruang Khusus yang Representatif Menjamin Privasi Pasien
Untuk memastikan kenyamanan dan privasi, RSUD Batang telah mengalihkan fungsi bekas ruang nifas menjadi ruang khusus thalasemia. Pengalihan ini dinilai efektif agar pasien thalasemia memiliki privasi dan tidak bercampur dengan pasien dari poli umum lainnya.
Ruangan khusus ini dilengkapi dengan dua kamar, masing-masing berkapasitas dua orang pasien. Hal ini memungkinkan penjadwalan empat pasien per hari secara ideal, memastikan setiap pasien mendapatkan perhatian yang memadai.
Ruangan ini akan dibiarkan kosong jika tidak ada jadwal transfusi, menjaga kebersihan dan ketersediaan fasilitas untuk pasien yang membutuhkan. Pendekatan ini menunjukkan perencanaan matang RSUD Batang dalam menyediakan layanan kesehatan.
Dampak Positif pada Pasien dan Keluarga
Kehadiran Layanan One Day Care Thalasemia ini memberikan dampak positif yang besar bagi pasien dan keluarga. Pasien dapat menghemat biaya transportasi dan akomodasi yang sebelumnya harus dikeluarkan untuk bolak-balik atau menunggu di rumah sakit.
Seorang pasien thalasemia, Kurniati, mengungkapkan bahwa layanan ini sangat membantu karena proses transfusi bisa rampung dalam setengah hari. Ini memungkinkan pasien untuk segera pulang ke rumah, mengurangi beban finansial dan emosional.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Batang melalui RSUD Batang dalam mewujudkan nihil thalasemia juga terlihat dari upaya sosialisasi dan edukasi. Hal ini penting mengingat jumlah penderita thalasemia di Batang terus bertambah.
Sumber: AntaraNews