Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan memfasilitasi lebih dari 650 penerima manfaat, termasuk dari kalangan prasejahtera, untuk menjalani operasi katarak gratis dan mendapatkan bantuan kacamata dalam tiga tahun terakhir. Program bakti sosial berkelanjutan ini menjadi kontribusi nyata ISP dalam mengatasi gangguan penglihatan, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia.
Ketua ISP, Inge Setiawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud semangat para alumni Santa Ursula untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Kesehatan mata dipilih sebagai fokus utama karena merupakan faktor vital yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan dan produktivitas seseorang.
Melalui kolaborasi strategis dengan RS Sint Carolus Jakarta dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) DKI Jakarta, ISP berhasil menyelenggarakan Baksos Operasi Katarak secara rutin sejak tahun 2024. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada operasi, tetapi juga memperluas jangkauan sosialnya melalui pembagian kacamata gratis, menjangkau lebih banyak individu yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2024, Baksos Operasi Katarak ISP telah mencatat 109 pasien yang berhasil dioperasi. Konsistensi program berlanjut pada tahun 2025 dengan 71 pasien, dan sekitar 80 pasien kembali menjalani operasi pada Januari 2026 setelah lolos skrining kesehatan.
Selain fokus pada operasi katarak, ISP juga memperluas jangkauan dampak sosialnya melalui Baksos Kacamata Gratis yang dilaksanakan di Tangerang Selatan pada Desember 2025. Sebanyak 424 kacamata berhasil dibagikan kepada guru, karyawan, murid terpilih, serta masyarakat sekitar di sekolah Athalia, Pinus, dan Santa Ursula BSD.
Sekretaris Perdami DKI Jakarta, Astrianda Suryono, menjelaskan bahwa lebih dari 80 persen kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Data ini semakin menguatkan urgensi dan relevansi program bakti sosial yang digagas oleh ISP dalam upaya menekan angka kebutaan di tanah air.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan Baksos Operasi Katarak ini terlaksana berkat kolaborasi erat dengan RS Sint Carolus Jakarta dan Perdami DKI Jakarta. RS Sint Carolus Jakarta secara tegas menyatakan dukungannya terhadap program ini sebagai bagian integral dari kontribusi sosial rumah sakit kepada masyarakat.
Direktur Keperawatan RS Sint Carolus, Jacqueline, menyebutkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ungkapan syukur atas 107 tahun perjalanan pelayanan rumah sakit bagi masyarakat. Sinergi antara ISP, rumah sakit, dan organisasi profesi dokter mata ini menjadi kunci keberhasilan program.
Apresiasi tinggi juga datang dari Yayasan Satya Bhakti, yang diwakili oleh Moekti K. Gondosasmito. Ia menilai konsistensi para alumni Santa Ursula melalui ISP merupakan perwujudan nyata nilai “Serviam” atau “Saya Mengabdi” yang terus hidup setelah masa pendidikan, menunjukkan dedikasi yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Baksos Operasi Katarak ini terbuka luas bagi masyarakat yang memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan. Prosesnya dirancang mudah, meliputi pendaftaran terbuka, skrining kesehatan menyeluruh, pelaksanaan operasi, serta kontrol pascaoperasi untuk menjamin hasil yang optimal.
Salah satu penerima manfaat, Ie Moy Sin, telah merasakan langsung dampak positif Baksos Operasi Katarak ISP sejak tahun 2024 setelah mendapatkan informasi melalui pesan WhatsApp. Ia menilai proses pendaftaran sangat mudah dan pelaksanaan di RS Sint Carolus berjalan rapi, lancar, serta didukung oleh petugas yang sigap membantu pasien.
Pascaoperasi, Ie Moy Sin merasakan peningkatan penglihatan yang signifikan, menjadi lebih terang dan jelas, sehingga sangat membantu aktivitas sehari-hari. Berbekal pengalaman positif tersebut, ia kembali mendaftarkan diri sebagai pasien Baksos Operasi Katarak ISP untuk operasi mata yang satunya pada tahun 2026, menunjukkan kepercayaan dan kepuasan terhadap program ini.
Advertisement
Meskipun mengakui sedikit tegang menjelang operasi, Ibu Ie menyampaikan harapan agar kegiatan bakti sosial operasi katarak ini dapat terus dilaksanakan. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya dan kembali memiliki penglihatan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Sumber: AntaraNews