Sido Muncul Bantu 150 Pasien Lewat Operasi Katarak Gratis di RS Unpad
Sebanyak 150 warga Sumedang, Bandung, dan sekitarnya merasakan kebahagiaan luar biasa setelah menjalani operasi katarak gratis.
Sebanyak 150 warga Sumedang, Bandung, dan sekitarnya merasakan kebahagiaan luar biasa setelah menjalani operasi katarak gratis. Berkat kegiatan yang digelar PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (Sido Muncul) bersama Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad), Rumah Sakit (RS) Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat, mereka kini bisa kembali melihat dunia dengan jelas.
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengungkapkan bahwa operasi katarak gratis tersebut menjadi kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya.
“Sebagai perusahaan jamu, sampai saat ini kami sudah melakukan operasi katarak pada sekitar 57.000 mata,” ungkap Irwan Hidayat di RS Unpad, Selasa (30/9/2025).
“Untuk kegiatan di Unpad tahun ini, ada 150 mata yang ditangani,” jelas Irwan.
Dirinya pun mengatakan, program operasi katarak gratis ini sebenarnya sudah kami mulai sejak tahun 2011.
“Tujuannya sederhana, kami ingin berbisnis sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat, jadi bisnis sambil berkontribusi dan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat,” kata Irwan.
Sebagai informasi, selain di Sumedang, tahun 2025, Sido Muncul telah memberikan bantuan operasi katarak gratis kepada 494 pasien penderita katarak yang berada di Pekalongan, Sukabumi, Yogyakarta, Jonggol, Jambi, Jepara, dan Indramayu. Dan pada bulan Oktober mendatang, Sido Muncul kembali akan memberikan bantuan untuk 250 pasien penderita katarak di Ternate.
Irwan membeberkan, selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga memiliki program CSR lainnya, seperti operasi bibir sumbing gratis hingga stunting.
“Selain operasi katarak, kami juga punya program untuk operasi bibir sumbing, penanganan stunting, dan kedepannya akan masuk ke program untuk ODGJ,” bebernya.
“Yang penting bagi kami, dana yang digunakan bukan hanya dari CSR, tetapi juga dari anggaran iklan. Jadi, kami mengalokasikan dana iklan bukan hanya untuk promosi, tapi juga untuk pengobatan, kampanye sosial, hingga promosi pariwisata,” jelas Irwan.
Wakil Ketua IKA Unpad sekaligus Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si, menekankan pentingnya nilai kebaikan dalam kehidupan.
“Kata kunci hari ini ternyata adalah sedekah, berbuat baik. Saya sangat setuju, bagaimanapun kita harus memiliki manfaat untuk sesama umat manusia. Karena di situlah sebetulnya esensi dari hidup kita sebagai manusia, apalagi yang memiliki keyakinan beragama,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berperan dalam terselenggaranya operasi katarak gratis ini. Buky menyampaikan bahwa kegiatan baksos ini bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-68 Unpad.
“Kami atas nama Ikatan Alumni Unpad menyampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak, terutama Sido Muncul, Rektor Unpad, Rumah Sakit Unpad, dan juga tentu saja atas nama DPRD,” ucapnya.
Buky menyoroti bahwa persoalan sosial dan kesehatan masih banyak terjadi di Jawa Barat, termasuk penyakit katarak. Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ini menjadi bukti bahwa kepedulian, gotong royong, serta semangat untuk membantu sesama masih sangat kuat di tengah kita semua,” tutur Buky.
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Arief S. Kartasasmita, Sp.M(K)., M.M., M.Kes., Ph.D. menilai bahwa kegiatan operasi katarak gratis jadi bukti nyata menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat.
“Kami berharap program ini menjadi bukti nyata kepedulian kita, khususnya dari IKA Unpad, Sido Muncul dan Perdami Pusat dalam membantu menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat, terutama kebutaan akibat katarak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM. mengapresiasi kegiatan operasi katarak gratis yang dilakukan Sido Muncul, IKA Unpad dan Perdami Pusat.
“Program sosial seperti operasi katarak ini benar-benar memberi dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga sekitar Unpad,” ucapnya.
Di sisi lain, Dony mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata konsep pentahelix berjalan dengan baik.
“Ada unsur akademisi dari Unpad, ada dukungan dunia bisnis seperti Sido Muncul, ada keterlibatan komunitas serta masyarakat, ada peran pemerintah, dan juga media,” katanya.
“Inilah bentuk pembangunan kolaboratif yang harus terus kita kedepankan demi terwujudnya masyarakat yang lebih baik,” jelas Dony.
Salah satu pasien operasi katarak gratis, Imas Nurlaela yang berasal dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sangat bersyukur atas kebaikan yang diberikan Sido Muncul.
“Alhamdulillah senang sekali dan semuanya dipermudah dari pendaftaran sampai pelaksanaan, dan rekan nakes baik ramah telaten untuk rawat saya,” tuturnya.
“Hasilnya (penglihatan) saya jadi jauh lebih baik, terima kasih Sido Muncul, Perdami Pusat dan dokter di rumah sakit Unpad yang mengadakan operasi katarak gratis semoga perusahaan lebih jaya dan berkah,” jelas Imas.