Pemerintah Kota Banjarmasin, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, telah menyiapkan sekitar 2.500 ekor sapi kurban. Persiapan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Ketersediaan ini diharapkan dapat mencukupi permintaan hewan kurban di wilayah tersebut.
Kepala UPTD RPH Basirih, Drh Annang Dwijatmiko, menjelaskan bahwa kebutuhan hewan kurban di Kota Banjarmasin diperkirakan relatif sama seperti tahun sebelumnya. Jumlah 2.500 ekor sapi ini dianggap memadai untuk perayaan Idul Adha mendatang. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan kelancaran ibadah kurban bagi warga Banjarmasin.
Pasokan sapi kurban tidak hanya berasal dari wilayah lokal dan kabupaten sekitar, seperti Barito Kuala, Banjar, serta Tanah Laut. Hewan-hewan kurban ini juga didatangkan dari luar Pulau Kalimantan, termasuk dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur. Hal ini menunjukkan upaya komprehensif dalam menjamin ketersediaan pasokan.
Advertisement
Advertisement
Kebutuhan hewan kurban di Kota Banjarmasin untuk Idul Adha 2026 diperkirakan mencapai 2.500 ekor sapi, angka yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. UPTD RPH Basirih berperan sentral dalam mengkoordinasikan penyediaan jumlah ini. Ketersediaan yang memadai menjadi prioritas utama pemerintah kota.
Drh Annang Dwijatmiko menegaskan bahwa pasokan sapi kurban tidak hanya mengandalkan sumber lokal. Sapi-sapi ini didatangkan dari berbagai daerah, termasuk kabupaten sekitar Banjarmasin. Keterlibatan berbagai daerah pemasok menjamin keberagaman dan kuantitas pasokan.
Untuk memenuhi target 2.500 ekor, sapi kurban juga didatangkan dari luar Pulau Kalimantan. "Banyak juga yang datang dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur,” katanya. Ratusan sapi kurban saat ini telah tersedia di beberapa titik penjualan, termasuk di kawasan RPH Basirih.
Advertisement
Kedatangan sapi kurban dari para pelaku usaha diperkirakan akan terus bertambah hingga menjelang Hari Raya Idul Adha. Optimisme ini didasarkan pada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan para peternak serta distributor. “Insya Allah akan mencukupi kebutuhan,” ujarnya.
Advertisement
Pemerintah Kota Banjarmasin sangat serius dalam menjaga kesehatan hewan kurban yang akan disembelih. Berbagai pemeriksaan ketat dilakukan terhadap sapi yang didatangkan dari luar daerah. Langkah ini krusial untuk memastikan setiap hewan kurban bebas dari penyakit.
Salah satu fokus utama adalah pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pihak UPTD RPH Basirih melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemberian vaksin kepada sapi. Vaksinasi menjadi benteng pertahanan penting terhadap potensi wabah.
Drh Annang Dwijatmiko menjelaskan ciri-ciri PMK yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. “Adapun gejala atau ciri PMK berupa melepuh atau sariawan di area mulut dan kukunya berdarah atau terlepas,” kata Annang. Pemahaman akan gejala ini penting untuk deteksi dini.
Advertisement
Pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya berlaku untuk sapi, tetapi juga hewan ternak lainnya yang akan dijadikan kurban. Komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan publik sangat tinggi. Masyarakat diimbau untuk membeli hewan kurban dari tempat penjualan resmi yang telah diawasi.
Advertisement
Menjelang Idul Adha 2026, harga sapi kurban di Banjarmasin mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini juga berlaku untuk kambing dan hewan ternak lainnya. Faktor-faktor seperti biaya pakan dan transportasi seringkali berkontribusi pada fluktuasi harga.
Meskipun terjadi kenaikan harga, permintaan hewan kurban dari masyarakat Kota Banjarmasin tetap tinggi. Antusiasme warga untuk melaksanakan ibadah kurban tidak surut. Hal ini menunjukkan kesadaran spiritual yang kuat di tengah masyarakat.
Tingginya permintaan ini menjadi indikator positif bagi para peternak dan pedagang hewan kurban. Mereka berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Pemerintah juga terus memantau stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat.
Advertisement
Kenaikan harga adalah fenomena umum menjelang hari raya besar keagamaan. Namun, dengan pasokan yang mencukupi dan pengawasan kesehatan yang ketat, masyarakat dapat beribadah kurban dengan tenang. Pemkot Banjarmasin berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan kualitas hewan kurban.
Sumber: AntaraNews