Perkuat Sinergi, Lapas Banjarmasin dan BNN Bersatu Berantas Narkoba
Lapas Kelas IIA Banjarmasin dan BNN setempat jalin sinergi kuat melalui PKS, berkomitmen berantas peredaran narkoba demi lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan aman.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru-baru ini memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang strategis.
Langkah penting ini bertujuan meningkatkan pencegahan serta pengawasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmen tersebut.
Penandatanganan PKS ini menjadi upaya serius kedua instansi dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan sepenuhnya bebas dari ancaman narkoba. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Memperkuat Sistem Pengamanan dan Deteksi Dini di Lapas
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan bahwa PKS ini merupakan langkah strategis kedua instansi. Tujuannya adalah memperkuat koordinasi lintas sektor demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurut Herriansyah, kolaborasi dengan BNN menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengamanan Lapas Banjarmasin. Ini juga untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Pihaknya berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika, termasuk meningkatkan efektivitas deteksi dini. Pertukaran informasi antarinstansi terkait kondisi keamanan di lingkungan lapas juga akan diintensifkan.
Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pencegahan dan pemberantasan narkotika hingga pelaksanaan penyuluhan kepada warga binaan. Penguatan deteksi dini dan koordinasi pengawasan terpadu juga menjadi fokus utama.
Komitmen BNN dan Lapas dalam Pencegahan Narkoba
Herriansyah menegaskan bahwa penguatan sinergi lintas instansi sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Hal ini terutama dalam mengantisipasi potensi peredaran narkotika yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Ia berharap kerja sama antara Lapas Banjarmasin dan BNN ini dapat berjalan optimal serta berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan upaya pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Banjarmasin, Wuryantono, juga menegaskan komitmennya. BNN akan terus mendukung upaya pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi.
Wuryantono menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih. Ini juga mendukung pembinaan warga binaan agar lebih optimal dan humanis.
Optimalisasi Pembinaan Warga Binaan Melalui Sinergi Lapas BNN
Kepala BNN Kota Banjarmasin, Wuryantono, berharap koordinasi dan kolaborasi ini dapat semakin solid. Tujuannya adalah mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang aman, tertib, dan memperkuat upaya pencegahan peredaran narkotika di dalam lapas. Sinergi Lapas BNN Banjarmasin ini diharapkan tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembinaan.
Dengan lingkungan yang bebas narkoba, warga binaan dapat menjalani program rehabilitasi dan reintegrasi sosial dengan lebih efektif. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan mereka kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan bebas dari pengaruh narkoba. Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memerangi narkoba dari berbagai lini. Terutama di lembaga pemasyarakatan yang sering menjadi target peredaran gelap.
Sumber: AntaraNews