Sinergi Rutan Bangkalan BNNP Jatim Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba
Rutan Bangkalan memperkuat sinergi dengan BNNP Jatim untuk membentengi lingkungan penjara dari peredaran narkoba. Upaya ini juga bertujuan meningkatkan disiplin bagi narapidana dan petugas.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangkalan secara proaktif memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil guna membendung peredaran narkoba di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Bangkalan, Budi Setyo Prabowo, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya fokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melainkan juga untuk meningkatkan disiplin bagi seluruh narapidana dan petugas yang bertugas.
Inisiatif penguatan sinergi ini dilakukan di Bangkalan pada Minggu, 19 April, sebagai bagian dari komitmen bersama. Tujuannya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari pengaruh barang haram.
Strategi Rutan Bangkalan Perketat Pengawasan
Untuk mewujudkan lingkungan rutan yang bebas narkoba, Rutan Bangkalan menerapkan berbagai langkah pengawasan ketat. Salah satunya adalah memperketat pemeriksaan terhadap setiap pengunjung yang datang.
Menurut Budi Setyo Prabowo, seluruh pengunjung wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pemeriksaan ini meliputi barang bawaan serta pemeriksaan badan secara cermat.
Barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dilarang keras untuk masuk ke dalam rutan guna menjaga keamanan. Sementara itu, makanan masih diperbolehkan masuk, namun dengan pengawasan yang sangat ketat dari petugas.
Selain pemeriksaan manual, Rutan Bangkalan juga memanfaatkan teknologi canggih untuk mendukung upaya pengawasan. Sistem ini memungkinkan pemantauan aktivitas pengunjung dan interaksi mereka dengan warga binaan secara langsung.
Komitmen BNNP Jatim dalam Pencegahan Narkoba
Di sisi lain, Penelaah Teknis Kebijakan BNNP Jawa Timur, Teguh Sugiharto, menegaskan komitmen lembaganya. BNNP Jatim akan terus memperkuat kerja sama dengan rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan.
Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang lebih luas di Jawa Timur. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek jera dan mengurangi potensi peredaran narkoba.
Melalui program kerja sama tersebut, BNNP Jawa Timur secara rutin melakukan pemeriksaan di lapas dan rutan. Pemeriksaan ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.
Selain pemeriksaan, BNNP Jatim juga aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada petugas serta warga binaan. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga lingkungan bersih.
Harapan Sinergi untuk Lingkungan Bersih
Teguh Sugiharto menyampaikan harapannya agar sinergi antara BNNP Jawa Timur dengan lapas dan rutan terus diperkuat. Penguatan ini sangat krusial dalam upaya pencegahan peredaran narkoba.
Kolaborasi yang erat ini diharapkan dapat menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari ancaman narkoba. Lingkungan yang bersih akan mendukung proses rehabilitasi dan pembinaan warga binaan.
Kepala Rutan Bangkalan, Budi Setyo Prabowo, juga menekankan pentingnya peran aktif semua pihak. Partisipasi dari petugas, warga binaan, dan masyarakat umum sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini.
Dengan sinergi yang solid, diharapkan Rutan Bangkalan dan seluruh fasilitas pemasyarakatan di Jawa Timur dapat menjadi contoh. Mereka bisa menjadi institusi yang benar-benar steril dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Sumber: AntaraNews