Kemitraan Askrindo Syariah Menguat: Strategi Jitu Dorong Pertumbuhan Bisnis dan UMKM
Askrindo Syariah memperkuat kemitraan dengan 19 instansi pemerintah dan pelaku bisnis melalui ajang olahraga, menjadi strategi jitu untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan mendukung UMKM.
PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) secara aktif memperkuat kemitraannya dengan 19 instansi penting, meliputi unsur pemerintah dan pelaku bisnis. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan halalbihalal yang dikemas dalam ajang olahraga padel di Jakarta. Acara tersebut tidak hanya menjadi wadah interaksi informal, tetapi juga sarana vital untuk mempererat hubungan kerja sama.
Plt Direktur Utama Askrindo Syariah, Aviantono Yudihariadi, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini memiliki peran ganda. Selain sebagai ajang olahraga, acara ini berfungsi sebagai platform untuk mempererat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Interaksi di luar forum formal dinilai sangat penting untuk membangun kedekatan yang solid antar mitra.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen Askrindo Syariah, Askrindo, Indonesia Financial Group (IFG), mitra bisnis, serta perwakilan pemerintah. Instansi pemerintah yang turut serta antara lain Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM).
Membangun Kedekatan dan Kolaborasi Adaptif
Inisiatif Askrindo Syariah dalam menyelenggarakan kegiatan kebersamaan seperti halalbihalal dan olahraga padel mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Direktur Keuangan IFG, Heru Handayanto, berpendapat bahwa kegiatan semacam ini mampu mendorong hubungan kerja yang lebih adaptif. Hal ini sangat relevan mengingat dinamika industri jasa keuangan yang terus berkembang pesat.
Heru menambahkan bahwa suasana informal yang tercipta dalam acara tersebut kerap menghadirkan perspektif baru yang sangat berguna. Perspektif ini krusial untuk memperkuat kolaborasi dan membantu para mitra dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Senada dengan itu, Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, turut mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh Askrindo Syariah. Menurutnya, ruang interaksi yang dihadirkan ini sangat efektif untuk mempererat hubungan antar mitra, baik dari sisi bisnis maupun kebersamaan.
Bagi Askrindo Syariah, penguatan kemitraan ini merupakan bagian integral dari strategi besar perusahaan untuk mendukung pengembangan usaha. Perusahaan penjaminan pembiayaan berbasis syariah itu saat ini memiliki 41 jaringan kantor di seluruh Indonesia.
Inovasi Digital dan Dukungan UMKM Berkelanjutan
Askrindo Syariah tidak hanya fokus pada penguatan kemitraan, tetapi juga aktif mendorong digitalisasi layanan untuk meningkatkan inovasi produk dan nilai perusahaan. Perseroan telah mengimplementasikan berbagai sistem digital, termasuk host to host, Online System Application (OSA), dan aplikasi mobile MAASya.
Upaya digitalisasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses dan efisiensi layanan bagi para mitra dan nasabah. Dengan adopsi teknologi terkini, Askrindo Syariah berupaya untuk tetap relevan dan kompetitif di era digital.
Selain itu, Askrindo Syariah juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hingga tahun 2025, penjaminan kepada UMKM telah tersalurkan kepada 29,2 juta debitur.
Angka tersebut mencakup penambahan 4,63 juta debitur baru pada tahun 2025, dengan total nilai kafalah mencapai Rp47,21 triliun. Kontribusi ini menegaskan peran penting Askrindo Syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM.
Kinerja Keuangan Positif Askrindo Syariah
Kinerja keuangan Askrindo Syariah menunjukkan tren yang sangat positif, mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp163,18 miliar.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 19,29 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan tahun 2024, yang tercatat sebesar Rp136,80 miliar. Peningkatan laba ini menjadi indikator kesehatan finansial perusahaan.
Tidak hanya laba bersih, jumlah pendapatan kafalah juga menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pendapatan kafalah meningkat dari Rp436,60 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp538,93 miliar pada tahun 2025.
Pencapaian ini menggarisbawahi kepercayaan pasar dan keberhasilan Askrindo Syariah dalam memperluas jangkauan layanan penjaminan berbasis syariah di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews