Tak Tinggal Diam, Uya Kuya Lapor Polisi Terkait Tuduhan Punya 750 Dapur MBG
Uya akhirnya memilih jalur hukum dengan melaporkan para akun-akun yang meresahkan ke Polda Metro Jaya.
Anggota DPR, Surya Utama (Uya Kuya) berang usai disebut memiliki 750 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Uya, tuduhan itu tidak benar dan merugikannya secara personal karena mendapat hujatan di media sosial.
Uya akhirnya memilih jalur hukum dengan melaporkan para akun-akun yang meresahkan ke Polda Metro Jaya. Diketahui, laporan diterima Sabtu 18 April 2026 dengan nomor LP/B/2746/IV/SPKT/Polda Metro Jaya.
"Iya benar, Uya Kuya sudah membuat laporan polisi terkait hoaks tersebut,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Minggu (19/4).
Dasar Laporan
Budi menjelaskan, laporan itu berkaitan dengan dugaan penyebaran informasi tidak benar yang beredar di media sosial. Namun, polisi belum mengungkap pihak yang dilaporkan dalam perkara tersebut.
“Laporan terkait penyebaran berita bohong,” kata dia.
Astrid Kuya Angkat Bicara Soal Kabar Punya 750 Dapur MBG
Artis dan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Uya Kuya, merasa tidak terima ketika disebut sebagai pemilik 750 dapur MBG. Istrinya, Astrid Kuya, dengan tegas menyebut informasi tersebut sebagai hoaks dan fitnah.
Kejadian ini berawal dari sebuah akun Instagram yang memposting foto Uya Kuya dengan rambut berwarna biru di depan dapur MBG yang lengkap, dengan petugas yang sedang mengawasi ratusan ompreng dengan berbagai menu. Foto tersebut disertai judul yang sangat mencolok:
"Uya Kuya punya 750 dapur MBG, Uya: MBG itu investasi jangka panjang untuk menuju Indonesia emas." Headline yang sensasional ini diunggah pada hari Jumat, 17 April 2026.
Tidak terima dengan berita yang menyebutnya sebagai pemilik ratusan dapur MBG, Uya Kuya dan Astrid Kuya langsung memberikan klarifikasi di kolom komentar. Astrid mengingatkan bahwa siapa pun yang menyebarkan berita bombastis tersebut harus bertanggung jawab atas informasi yang diberikan.
Uya Kuya juga mempertanyakan fenomena ini, mengingat pada tahun 2026, semakin banyak masyarakat yang cerdas dalam membedakan antara fakta dan kabar palsu. Namun, ia menyayangkan masih ada yang membuat berita bohong.
"Berita hoax! Fitnah! Nanti yang bikin berita harus mempertanggung jawabkan semuanya terutama nanti di akhirat," tulis Astrid Kuya di kolom komentar. Uya Kuya pun menanggapi, "Masih Jaman bikin berita HOAX bos?"
Ia menambahkan, "Hoax dan fitnah nih, penjelasannya ada di Instagram Stories gue." Selanjutnya, Uya Kuya menjelaskan bahwa ia memang memiliki dapur, tetapi bukan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan untuk usaha restoran yang berlokasi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta.
Uya Kuya Menyesal
Dalam sebuah unggahan di Instagram Stories, Uya Kuya mengungkapkan kekecewaannya terhadap orang-orang yang masih mudah terpengaruh oleh berita hoaks. Salah satu contohnya adalah isu yang menyebutkan bahwa Uya Kuya memiliki 750 dapur MBG dengan omzet mencapai miliaran.
Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya orang-orang langsung mempercayai informasi hanya karena disebarkan oleh akun Instagram yang memiliki banyak pengikut. Setiap konten yang diunggah tidak selalu mencerminkan kebenaran, sehingga penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima.
Manipulasi Data
Uya Kuya menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, dengan menyebutkan adanya sanksi hukum bagi para penyebar hoaks. "Tenang, ada pasal manipulasi data yang lebih berat (hukumannya) dari Undang-undang ITE," tulis Uya Kuya di media sosial sebagai peringatan kepada publik.
Di kesempatan lain, Uya Kuya juga membagikan ulang Instagram Stories dari Dr. Arizal Tom Liwafa. Dalam unggahan tersebut, Dr. Arizal memberikan tanggapan mengenai berita tentang 750 dapur MBG, disertai dengan analisis mengenai potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari situasi tersebut.
Berita Hoaks
Jika modal per SPGG mencapai Rp2 miliar, maka total uang Mas Uya Kuya lebih dari Rp1,5 triliun. Berita ini benar-benar tidak masuk akal. Yang lebih mengejutkan, banyak orang yang mempercayainya, termasuk para influencer. Semangat untuk menyebarkan konten hoax semakin meningkat.
Melihat kejadian ini, Uya Kuya berharap agar masyarakat Indonesia lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita sensasional yang beredar di berbagai akun media sosial. Sangat penting untuk selalu memeriksa kembali sumber informasi sebelum mempercayainya.