Puncak kebahagiaan menyelimuti prosesi wisuda di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jumat (12/12).
Saat Surya Utama, mahasiswa Program Magister Hukum, berjalan ke depan panggung untuk menjalani penyematan toga.
Hal itu disambut raut wajah yang ceria, sebab pria yang akrab disapa Uya Kuya itu bisa lulus dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,72.
"Hari ini saya wisuda dan lulus. Kalau IPK-nya 3,72," kata Uya kepada wartawan selepas wisuda, Jumat (12/12).
Ia bahagia bisa lulus kuliah magister menjelang penghujung tahun ini. Sebab, dirinya sempat beberapa kali mengganti tema tesis terutama ketika rumahnya dijarah massa saat kerusuhan besar melanda Jakarta beberapa bulan yang lalu.
Bahkan pasca kerusuhan, dirinya terbesit untuk mengangkat persoalan tersebut sebagai bahan materi tesisnya.
"Tesisnya dari jaman rumah saya dijarah. Tesisnya saya ubah judulnya saya ambil ketika peristiwa kerusuhan kemarin," ungkapnya.
Advertisement
Dengan segala perasaan apa yang ia alami saat kerusuhan yang lalu dijadikan pelajaran sekaligus hikmah tersendiri.
Selepas kejadian kerusuhan, ia memutuskan mengambil judul tesis analisa hukum terhadap penyebaran berita bohong di sosial media berbasis keadilan Pancasila.
"Judul tesis, yang saya ambil itu benar-benar berharga baginya. Saya angkat judul tesis sesuai yang saya alami kemarin. Idenya dari yang saya alami ketika rumah dijarah," jelasnya.
Dirinya pun berharap bahwa selepas meraih gelar magister hukum, nantinya akan mengimplementasikan bahan tesisnya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapannya kita jangan hanya teori saja, tapi bisa mengaplikasikan ini bagi masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Selain Uya, terdapat 431 wisudawan dari Fakultas Hukum Unissula yang dikukuhkan hari ini. Ini termasuk lulusan Sarjana atau Strata-1, magister ilmu hukum atau Strata-2, magister kenotariatan dan doktoral atau Strata-3.
Dekan FH Unissula, Prof Jawade Hafidz mengatakan bahwa saat acara kelulusan, kampusnya mengangkat tema internasionalisasi pendidikan.
Tema internasionalisasi memang dipilih supaya para lulusan Unissula dan orang tua lebih memahami arah pendidikan hukum di kampusnya yang sudah bergerak menembus batas negara, tanpa meninggalkan nilai dan karakter pendidikan hukum Indonesia.