Uya Kuya Bantah Isu 750 Dapur MBG, Tegaskan Cuma Kelola Satu Restoran
Menurut Uya Kuya, orang yang menyebarkan hoaks sebenarnya tidak memiliki kecerdasan yang tinggi.
Di tengah maraknya isu mengenai kepemilikan ratusan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Uya Kuya merasa perlu untuk mengklarifikasi fakta seputar bisnis kulinernya. Ia ingin meluruskan informasi yang tidak akurat yang beredar di kalangan netizen mengenai dirinya.
Uya Kuya menegaskan bahwa ia tidak memiliki dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang diberitakan oleh beberapa sumber. Ia mengungkapkan bahwa dirinya hanya mengelola satu tempat makan yang terletak di Jakarta Pusat.
"Nih saya baru ngomong karena biar puas aja orang. Dan saya cuma punya satu dapur, Restoran Asli Rasa. Jangan dipotong ya nanti dipotongnya 'cuma punya satu dapur' gitu. Saya punya satu restoran rumah makan Asli Rasa di Bend Hill, jalan Danau Toba," kata Uya Kuya saat konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa (21/4/).
Uya Kuya merasa bahwa tuduhan mengenai kepemilikan 750 dapur adalah hal yang tidak masuk akal jika dipikirkan dengan logika bisnis yang sehat. Ia menjelaskan bahwa mengelola satu dapur restoran saja memerlukan prosedur perizinan dan manajemen yang sangat kompleks.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak hanya tidak benar, tetapi juga tidak realistis. Dalam konteks ini, Uya berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang tidak jelas dan tidak terverifikasi, agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut mengenai bisnis kulinernya.
Orang yang menyebarkan hoaks menunjukkan kurangnya kecerdasan
Uya memberikan perbandingan antara kesulitan operasional dapur profesional dan narasi hoaks yang beredar di masyarakat. Ia berpendapat bahwa para pembuat berita hoaks tersebut tidak memahami kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
"Saya enggak ngerti ya, saya enggak ngerti, biar polisi yang menyelidiki aja dan ini masif karena kata-kata kalimatnya sama. Dan sekarang juga pikirin aja gini, tapi secara akal sehat, yang membuat berita hoaks ini juga menurut saya kurang pinter," ungkap Uya.
Ia kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pernyataannya.
"Jadi gini, orang membuat berita hoaks saya punya 750 dapur katanya. Ini kayak orang dipikir buka dapur kayak orang jualan cilok di depan-depan sekolah gitu segampang itu, enggak gitu kan," jelasnya.
Melalui pernyataan tersebut, Uya ingin menekankan bahwa menjalankan dapur profesional bukanlah hal yang sepele dan tidak bisa disamakan dengan usaha kecil yang biasa dilakukan di pinggir jalan.
Membuka satu dapur MBG ternyata memiliki prosedur yang rumit
Berdasarkan informasi yang didengar Uya, proses perizinan untuk membuka satu dapur MBG sangatlah rumit. Apalagi jika harus mengurus ratusan dapur seperti yang dituduhkan kepadanya. "Saya denger, katanya ada orang-orang yang buka dapur satu aja katanya susah, susah setengah mati katanya ngurus apanya ngurus pembuangannya ngurus izinnya segala macem. Ya apalagi segitu mana pada bisa gitu sih," ujar Uya.
Uya menambahkan bahwa tantangan dalam mengurus perizinan tersebut menjadi semakin kompleks ketika jumlah dapur yang harus diurus sangat banyak. Hal ini menunjukkan bahwa tuduhan mengenai pengelolaan ratusan dapur tidaklah realistis, mengingat kesulitan yang dihadapi bahkan untuk satu dapur saja.
Uya Kuya tidak terlibat dalam MBG
Uya menegaskan kembali posisinya terkait program Makan Bergizi Gratis yang diadakan oleh pemerintah, agar tidak ada lagi kebingungan di masyarakat. Hingga saat ini, ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam penyediaan jasa makanan untuk program tersebut.
"Sampai sekarang saya bilang sampai saat ini satu dapur pun saya nggak punya kecuali dapur restoran Asli Rasa," kata Uya Kuya.
Dalam pernyataannya, Uya ingin menekankan pentingnya kejelasan informasi mengenai program ini. Ia berharap agar masyarakat tidak salah paham tentang keterlibatannya, dan menyatakan bahwa semua informasi yang beredar haruslah akurat dan jelas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman yang mengarah pada rumor yang tidak berdasar mengenai perannya dalam program pemerintah tersebut.