Evaluasi Pembangunan Jadi Fokus Utama Peringatan HUT Gianyar ke-255
Peringatan HUT Gianyar ke-255 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk mengevaluasi pembangunan dan menyusun strategi menghadapi dinamika global, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, menekankan pentingnya evaluasi pembangunan serta kesiapan menghadapi tantangan dinamika global dalam memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang refleksi mendalam atas capaian dan proyeksi masa depan Gianyar. Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan hal tersebut di sela-sela apel peringatan puncak HUT Kota Gianyar yang berlangsung meriah di Alun-alun Gianyar, Bali, pada Minggu, 19 April 2026.
Bupati Mahayastra menegaskan bahwa momentum HUT ini harus dimaknai sebagai ajang evaluasi pembangunan yang telah berjalan, sekaligus sebagai pijakan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Gianyar harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan dinamika yang terjadi di tingkat global. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh masyarakat Gianyar.
Pembangunan di Gianyar merupakan bagian integral dari visi pembangunan Bali secara keseluruhan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini diimplementasikan melalui pola pembangunan semesta berencana yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersatu dan bergotong royong untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut.
Evaluasi Pembangunan dan Visi Bali Era Baru
Periode 2025–2030 menjadi tahap awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan dalam kerangka Bali Era Baru untuk 100 tahun mendatang. Keberhasilan pada periode ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban Bali. Dokumen haluan ini menjadi pedoman utama arah pembangunan Bali dan wajib dijadikan acuan oleh seluruh penyelenggara pemerintahan serta pemangku kepentingan di Bali.
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sendiri mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, guna mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala. Hal ini sejalan dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Pembangunan ini berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yang merupakan enam prinsip luhur masyarakat Bali dalam menjalani kehidupan demi menjaga kesucian dan kesejahteraan semesta. Sad Kerthi mencakup penyucian jiwa (Atma Kerthi), pelestarian laut (Segara Kerthi), penyucian sumber air (Danu Kerthi), pelestarian hutan (Wana Kerthi), penyucian manusia (Jana Kerthi), dan menjaga ketenteraman wilayah (Jagat Kerthi).
Langkah Strategis Menghadapi Tantangan Global
Pemerintah Provinsi Bali telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tantangan masa depan. Langkah-langkah ini mencakup berbagai sektor penting yang akan membentuk arah pembangunan daerah. Dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, desa adat, tokoh masyarakat, akademisi, hingga dunia usaha, sangat diharapkan untuk menyukseskan program-program ini.
Dengan semangat gotong royong, Gianyar dan Bali diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan global. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
- Penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
- Pengendalian alih fungsi lahan produktif.
- Pengelolaan sampah berbasis sumber.
- Penataan pariwisata berkualitas dan berbasis budaya.
- Pengembangan transportasi ramah lingkungan.
- Penguatan keamanan dan ketertiban.
Memperkuat Identitas Budaya dalam HUT Gianyar ke-255
Tema peringatan HUT Gianyar ke-255 tahun 2026 adalah Prasada Bhakti Ulangun, yang berarti Kemuliaan Pesona Gianyar. Tema ini mencerminkan perjalanan seni dan budaya Gianyar dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Ini juga menjadi ajakan untuk memperkuat soliditas masyarakat dalam mempromosikan pariwisata serta melestarikan seni tradisional sebagai identitas daerah.
Peringatan HUT ke-255 Gianyar dimeriahkan dengan Pekan Budaya Gianyar yang berlangsung selama sekitar dua minggu. Berbagai kegiatan dan pertunjukan seni ditampilkan, termasuk pawai budaya dan parade ogoh-ogoh yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Acara ini dihadiri oleh tokoh nasional, Wakil Gubernur Bali, serta Bupati dan Wali Kota se-Bali, menunjukkan pentingnya acara ini bagi seluruh Bali.
Bupati Mahayastra menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pelestarian budaya. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan masyarakat sangat diperlukan untuk memajukan dan melestarikan karya seni Gianyar yang kaya dan beragam.
Sumber: AntaraNews