Mentan Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi Pertanian dan Kemandirian Pangan Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ajak perguruan tinggi berinovasi perkuat hilirisasi pertanian dan kemandirian pangan, kunci Indonesia jadi negara adidaya berbasis agroindustri.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam memperkuat hilirisasi pertanian dan kemandirian pangan nasional. Dorongan ini disampaikan melalui inovasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul. Langkah strategis ini diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi negara adidaya berbasis pangan dan agroindustri.
Mentan Amran menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan yang telah berhasil dicapai. Tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Hal tersebut disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu.
Dalam kuliah umum bertajuk “Dari Kampus untuk Negeri: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Kemandirian Pangan Nasional,” Amran menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, potensi besar ini harus dipadukan dengan SDM yang tangguh agar mampu bersaing di kancah global. Peran kampus menjadi sangat krusial dalam mewujudkan visi tersebut.
Peran Strategis Kampus dalam Swasembada Pangan Nasional
Capaian swasembada pangan Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional dari berbagai lembaga kredibel. Data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), serta Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan produksi nasional yang signifikan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada impor pangan.
Sejumlah komoditas pangan telah mencapai swasembada dan bahkan surplus, meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Ini merupakan hasil kerja keras bersama dari berbagai elemen bangsa, termasuk petani, perguruan tinggi, mahasiswa, TNI, dan Polri.
Sebagai bukti nyata keberhasilan ini, stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog hingga awal Juni 2026 mencapai sekitar 5,3 juta ton. Angka ini merupakan salah satu level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Keberhasilan tersebut membuat Indonesia tidak lagi menjadi pasar utama bagi negara-negara pengekspor beras.
Mendorong Hilirisasi Pertanian untuk Nilai Tambah
Setelah berhasil memperkuat produksi, pemerintah kini mengarahkan fokus pada hilirisasi pertanian. Tujuannya adalah agar nilai tambah komoditas pertanian dapat dinikmati sepenuhnya di dalam negeri. Langkah ini krusial untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi nasional.
Mentan Amran mencontohkan potensi besar yang dimiliki Sulawesi Tenggara, khususnya pada komoditas perkebunan. Wilayah ini memiliki keunggulan yang dapat menjadi basis pengembangan industri pengolahan. Jika kelapa hanya dijual sebagai bahan mentah, nilainya kecil.
Namun, jika kelapa diolah menjadi produk turunan seperti virgin coconut oil (VCO), santan, atau coconut milk, nilainya bisa berkali-kali lipat. Mimpi besar pemerintah adalah melakukan hilirisasi seluruh komoditas pertanian. Dengan begitu, kesejahteraan petani akan meningkat secara signifikan.
Inovasi dan Kolaborasi untuk Transformasi Pertanian
Oleh karena itu, Mentan mengajak Universitas Halu Oleo untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan). Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan teknologi dan sumber daya manusia yang mampu menopang transformasi sektor pertanian nasional.
Sebagai contoh, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Jawa Timur berhasil mengembangkan bahan bakar alternatif bernama Benwit (Bensin Sawit). Inovasi ini merupakan biogasoline yang berasal dari minyak sawit. Mentan berharap UHO dan kampus lain juga dapat berkontribusi melahirkan inovasi baru serupa yang dapat diindustrialisasikan.
Amran menambahkan bahwa kekuatan Indonesia berada pada tiga sektor vital, yaitu pangan, air, dan energi. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta generasi muda yang inovatif, Indonesia sangat optimistis mampu menjadi kekuatan ekonomi dunia. Kombinasi kekayaan alam dan kualitas SDM akan menjadikan Indonesia negara superpower.
Sumber: AntaraNews