Tingkatkan Kesiapsiagaan, Tiga Perusahaan Gelar Bimtek Karhutla Kapuas untuk 90 Karyawan
Tiga perusahaan besar di Kapuas menyelenggarakan Bimtek Karhutla bagi 90 karyawannya pada 2-6 Juni 2026, memperkuat kapasitas SDM dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau.
Tiga perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Pelatihan ini melibatkan puluhan karyawan dari PT Dwie Warna Karya (DWK), PT Susantri Permai (SP), dan PT Kapuas Maju Jaya (KMJ) guna meningkatkan kesiapsiagaan.
Kegiatan Bimtek Karhutla ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personel dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasional perusahaan. Inisiatif ini sangat krusial, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla di berbagai daerah.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi komprehensif, mulai dari aspek regulasi, strategi pencegahan, teknik pemadaman, hingga simulasi penanganan kebakaran di lapangan. Dengan demikian, diharapkan seluruh peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi potensi ancaman Karhutla.
Memperkuat Kapasitas Pencegahan Karhutla
Koordinator perwakilan pimpinan perusahaan, Jannes Manurung, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sangat penting dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla diwujudkan melalui peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana prasarana, serta kerja sama dengan berbagai pihak terkait.
Kegiatan Bimtek ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud penguatan koordinasi lapangan dan kesiapan personel. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pengecekan sarana pemadaman serta peningkatan kapasitas tim tanggap darurat bersama para pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan Bimtek Karhutla ini, perusahaan bersinergi lintas sektor bersama TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim pemadam kebakaran perusahaan. Kolaborasi ini menunjukkan pendekatan holistik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang efektif.
Pelaksanaan Bimtek dalam Dua Gelombang
Kegiatan Bimtek Karhutla Tahun 2026 ini dilaksanakan dalam dua gelombang untuk memastikan seluruh peserta memperoleh materi dan praktik lapangan secara optimal. Gelombang pertama berlangsung pada tanggal 2–4 Juni 2026, diikuti oleh 45 peserta.
Sementara itu, gelombang kedua dilaksanakan dari tanggal 4-6 Juni 2026, juga diikuti oleh 45 peserta. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti pelatihan selama lima hari ini mencapai 90 orang, menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi dari para karyawan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengendalian Karhutla yang mendalam. Materi tersebut mencakup aspek regulasi, strategi pencegahan, teknik pemadaman yang efektif, penggunaan peralatan pemadam kebakaran modern, hingga simulasi penanganan kebakaran di lapangan secara langsung.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Komitmen Berkelanjutan
Regional Sustainability, Sarfin Situmeang, menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Perusahaan senantiasa berupaya melengkapi dan meningkatkan kesiapan peralatan pemadam kebakaran sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Kesiapan sarana dan prasarana tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan terselenggaranya Bimtek Karhutla Tahun 2026 ini, PT DWK, PT SP, dan PT KMJ menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pencegahan Karhutla. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana, serta sinergi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews