Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengambil langkah cepat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN 1 Babadan tetap berjalan. Mereka menyiapkan tenda darurat sebagai solusi sementara setelah dua ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah. Inisiatif ini bertujuan agar proses pendidikan tidak terganggu selama perbaikan infrastruktur sekolah berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmadji, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi erat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung terkait rencana penyediaan tenda darurat tersebut. Koordinasi ini penting untuk merencanakan penyediaan tenda darurat yang akan berfungsi sebagai ruang belajar sementara. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelangsungan pendidikan di tengah tantangan.
Tenda darurat ini rencananya akan didirikan setelah pelaksanaan ujian sekolah selesai. Keputusan ini diambil agar proses pemasangan tenda tidak mengganggu konsentrasi siswa yang sedang menghadapi ujian. Dengan demikian, siswa dapat menyelesaikan ujian mereka dengan tenang sebelum berpindah ke fasilitas belajar sementara.
Advertisement
Advertisement
Koordinasi BPBD dan Disdik untuk Tenda Darurat
BPBD Tulungagung secara proaktif telah berkoordinasi dengan Disdik terkait penyediaan tenda darurat untuk SDN 1 Babadan. Sudarmadji menegaskan bahwa tenda ini akan menjadi ruang belajar sementara yang vital. Tujuannya adalah memastikan KBM dapat terus berlangsung tanpa hambatan berarti selama proses pembangunan kembali ruang kelas yang rusak parah.
Proses pendirian tenda darurat ini dijadwalkan setelah seluruh rangkaian ujian sekolah di SDN 1 Babadan rampung. Langkah strategis ini diambil untuk menghindari gangguan terhadap konsentrasi dan kenyamanan siswa selama masa ujian. BPBD ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan tidak menimbulkan masalah baru.
BPBD telah menyiapkan tenda berukuran 6 x 12 meter yang cukup representatif untuk menampung kegiatan belajar. Tenda darurat ini diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para siswa. Kapasitas tenda ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Kesiapsiagaan dan Kebutuhan Ruang Belajar Sementara
Sudarmadji juga memastikan bahwa penyediaan tenda darurat ini tidak akan mengurangi kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi potensi bencana alam lainnya di wilayah Tulungagung. BPBD tetap siaga penuh untuk merespons berbagai situasi darurat. Mereka siap membantu kapan saja, tinggal menunggu permintaan resmi dari pihak sekolah untuk menyesuaikan kapasitas yang dibutuhkan.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya, menjelaskan bahwa sebagian siswa saat ini memanfaatkan fasilitas lain di sekolah. Musala dan perpustakaan sekolah digunakan sebagai ruang belajar dan tempat ujian sementara. Ini menunjukkan adaptasi cepat dari pihak sekolah untuk menjaga kelangsungan pendidikan.
SDN 1 Babadan memiliki total 63 siswa yang terdampak oleh kerusakan ruang kelas. Dengan jumlah siswa tersebut, dibutuhkan setidaknya dua unit tenda darurat untuk menunjang KBM secara efektif. Disdik dan pihak sekolah masih terus berkoordinasi mengenai detail pemasangan tenda ini, kemungkinan akan dipasang bersamaan dengan dimulainya pembangunan ruang kelas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews