KAI dan Kemenhub Tingkatkan Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Perjalanan Makin Nyaman
PT KAI dan Kemenhub memperkuat kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung dengan daya listrik dan modernisasi persinyalan untuk kenyamanan penumpang di tengah lonjakan mobilitas.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah berupaya meningkatkan kapasitas layanan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Langkah ini diambil untuk memenuhi pertumbuhan mobilitas masyarakat yang terus melonjak di koridor tersebut.
Peningkatan kapasitas ini mencakup penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan kereta api. Tujuannya adalah agar perjalanan penumpang menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan setiap harinya.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa upaya ini merupakan respons terhadap tingginya permintaan masyarakat. Kolaborasi erat antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub menjadi kunci dalam mewujudkan peningkatan layanan ini.
Penguatan Sistem Kelistrikan untuk Daya Angkut Lebih Besar
Salah satu fokus utama peningkatan kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung adalah penguatan Sistem Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas tersebut. Saat ini, daya listrik di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung masih 3.000 volt, berbeda dengan lintas Bogor dan Bekasi yang sudah didukung daya sebesar 4.000 volt.
Perbedaan kapasitas tersebut menyebabkan rangkaian KRL dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan secara optimal. Akibatnya, kapasitas angkut masih bertumpu pada rangkaian 8 dan 10 kereta.
Untuk mengatasi hal ini, KAI berencana menambah 11 gardu traksi di sepanjang lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Penguatan pasokan daya ini akan menjadi fondasi penting untuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta.
Dengan kapasitas yang lebih besar, jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam setiap perjalanan akan meningkat signifikan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kepadatan dan membuat ruang gerak pelanggan lebih baik, terutama saat jam sibuk.
Modernisasi Persinyalan untuk Frekuensi Perjalanan Lebih Rapat
Selain penguatan daya listrik, KAI bersama DJKA Kemenhub juga akan memodernisasi sistem persinyalan. Saat ini, sebagian sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung masih menggunakan pola blok tertutup.
Pola blok tertutup membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi, di mana satu blok yang mencakup beberapa stasiun hanya dapat dilalui oleh satu kereta pada waktu yang sama. Kondisi ini berdampak pada waktu antar perjalanan kereta (headway) yang mencapai sekitar 10 menit.
Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor telah mampu melayani perjalanan dengan headway sekitar 3 hingga 4 menit. Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas akan meningkat sehingga frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah.
Peningkatan frekuensi perjalanan ini akan mempersingkat waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat. Hal ini juga akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi masyarakat dalam menentukan waktu keberangkatan maupun kepulangan mereka.
Respon Terhadap Lonjakan Mobilitas Penumpang
Lintas Tanah Abang-Rangkasbitung merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah barat Jabodetabek dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di Jakarta serta sekitarnya. KAI mencatat volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022, jumlah pelanggan mencapai 43.317.716 orang, lalu melonjak menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, dan 69.999.362 pelanggan pada 2024. Proyeksi tahun 2025 bahkan mencapai 77.552.716 pelanggan.
Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 33.397.420 orang, menunjukkan peran krusial Commuter Line Rangkasbitung dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Peningkatan jumlah pelanggan ini juga menyebabkan tingkat okupansi puncak Rangkasbitung Line mencapai sekitar 161 persen, tertinggi di antara lintas Commuter Line lainnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line merupakan bagian dari upaya jangka panjang. Tujuannya adalah untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan yang terus berkembang di sepanjang lintas tersebut.
Sumber: AntaraNews