Tahukah Anda? Peningkatan Sinyal KRL Rangkasbitung-Merak Bakal Tingkatkan Frekuensi Perjalanan Jadi 4 Menit Sekali
Kementerian Perhubungan dan Pemprov Banten berkolaborasi untuk meningkatkan sistem persinyalan KRL Rangkasbitung-Merak. Proyek peningkatan sinyal KRL ini akan mempercepat dan memperbanyak frekuensi perjalanan, dari 10 menit menjadi hanya 4-5 menit sekali.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan layanan transportasi publik. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan sistem persinyalan kereta rel listrik (KRL) di lintasan Rangkasbitung–Merak. Tujuannya adalah untuk menambah frekuensi perjalanan, sehingga layanan transportasi di wilayah tersebut menjadi lebih cepat dan efisien.
Peningkatan ini bukan berupa penambahan jalur fisik, melainkan optimalisasi sistem perjalanan yang sudah ada. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa langkah ini akan membuat frekuensi KRL menjadi lebih rapat dan jumlah perjalanan bertambah signifikan. Proyek vital ini diharapkan dapat dimulai pada tahun 2026, diawali dengan pembangunan infrastruktur dasar.
Optimalisasi sistem persinyalan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Banten. Selain itu, langkah ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan bagi penumpang KRL yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Dengan demikian, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Optimalisasi Frekuensi Perjalanan KRL Rangkasbitung-Merak
Peningkatan sistem persinyalan KRL di lintasan Rangkasbitung–Merak menjadi fokus utama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Banten. Langkah ini bertujuan untuk secara drastis meningkatkan frekuensi perjalanan kereta, yang pada akhirnya akan mempercepat dan memperbanyak layanan transportasi. Saat ini, frekuensi perjalanan KRL di rute tersebut adalah satu kereta setiap 10 menit, namun target ke depan adalah mencapai interval 4-5 menit sekali.
Tri Nurtopo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, menegaskan bahwa peningkatan ini bukan pada penambahan jalur fisik. "Kalau jalur sih tidak, bukan penambahan jalur, tapi peningkatan sistem perjalanan atau trip-nya. Jadi nanti jumlah perjalanan KRL akan bertambah," ujarnya di Kota Serang, Selasa (21/10). Dengan frekuensi yang lebih rapat, jumlah perjalanan KRL tentu akan jauh lebih banyak, memberikan fleksibilitas lebih bagi para penumpang.
Peningkatan sinyal KRL ini akan memungkinkan kereta untuk berhenti lebih cepat dan bergerak lebih efisien. Hal ini secara langsung berkontribusi pada efisiensi waktu perjalanan secara keseluruhan. Penumpang dapat menikmati waktu tunggu yang lebih singkat di stasiun dan durasi perjalanan yang lebih cepat.
Dukungan Infrastruktur dan Kajian Elektrifikasi
Selain peningkatan sinyal, pemerintah juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung untuk KRL. Salah satunya adalah pembangunan stasiun baru di wilayah Jatake yang disebut sudah hampir siap beroperasi. Selain itu, akan ada penambahan satu stasiun lagi di Parung Panjang, Jawa Barat, yang diharapkan semakin memperluas jangkauan layanan KRL.
Proyek peningkatan sinyal KRL ini direncanakan akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Tahap awalnya akan meliputi pembangunan infrastruktur dasar sebelum sistem digital persinyalan diimplementasikan sepenuhnya. "Informasinya tahun depan proyeknya akan dimulai. Jadi tahapannya pembangunan infrastruktur sinyal dulu, baru nanti sistemnya berjalan penuh," jelas Tri Nurtopo.
Peningkatan sinyal ini juga merupakan bagian integral dari kajian elektrifikasi jalur KRL hingga Merak, yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Meskipun RPJMN menyebutkan double track, elektrifikasi masih dalam tahap kajian. "Kita masih punya kewajiban melakukan kajian elektrifikasi sampai ke Merak. Di RPJMN disebutkan sebagai double track, tapi belum termasuk elektrifikasi. Kajian akan dilakukan 2026 sebagai dasar pelaksanaan berikutnya," tambah Tri Nurtopo.
Dampak Positif bagi Konektivitas dan Mobilitas Banten
Langkah peningkatan sinyal KRL dan penambahan stasiun ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi konektivitas di Provinsi Banten. Dengan frekuensi perjalanan yang lebih tinggi dan waktu tempuh yang lebih singkat, mobilitas masyarakat antardaerah akan semakin lancar. Hal ini tentu akan memperkuat integrasi wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial.
Kenyamanan penumpang KRL juga menjadi prioritas dalam proyek ini. Dengan jumlah penumpang yang terus bertambah setiap tahun, peningkatan layanan menjadi krusial. Frekuensi yang lebih rapat akan mengurangi kepadatan di dalam kereta dan di stasiun, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi pengguna KRL Rangkasbitung-Merak.
Secara keseluruhan, proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sistem transportasi massal yang modern dan berkelanjutan. Peningkatan sinyal KRL, pembangunan stasiun baru, dan kajian elektrifikasi adalah langkah-langkah konkret menuju sistem transportasi yang lebih handal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Banten yang terus berkembang.
Sumber: AntaraNews