Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, bekerja sama dengan Suara Nusantara, sukses menyelenggarakan Festival Bertutur Cerita Rakyat. Acara ini bertujuan melestarikan cerita legenda lokal guna memperkuat pendidikan karakter, literasi, dan kepercayaan diri generasi muda di Banten. Festival yang menarik sekitar 500 peserta ini berlangsung di Serang pada Minggu, 17 Mei.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menyoroti pentingnya festival dalam memperkenalkan kekayaan legenda daerah kepada peserta. Melalui ajang ini, anak-anak dapat mengenal lebih jauh cerita seperti Batu Kuwung, asal-usul Sukacai, hingga nama Pandeglang.
Keberanian peserta tampil menuturkan cerita di atas panggung menjadi bukti keberhasilan guru dalam memasyarakatkan literasi dan budaya. Gubernur berharap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat terus mendukung acara serupa. Festival ini juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Karakter dan Literasi Melalui Legenda Lokal
Festival Bertutur Cerita Rakyat Banten berhasil menarik perhatian sekitar 500 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga kategori umum. Kehadiran peserta yang antusias ini menunjukkan minat tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. Gubernur Andra Soni secara khusus memuji kualitas penuturan para peserta.
Andra Soni menekankan bahwa kegiatan semacam ini membuka wawasan peserta terhadap legenda di wilayah mereka sendiri. Selama ini, banyak yang mungkin hanya mengenal cerita nasional seperti Malin Kundang, namun kini mereka diperkenalkan pada kekayaan narasi lokal Banten. Ini termasuk kisah Batu Kuwung, asal-usul Sukacai, dan sejarah nama Pandeglang.
Ketua Panitia Suara Nusantara, Cahaya Manthovani, menjelaskan pentingnya dongeng dalam melatih kemampuan bertutur kata menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, proses membaca, memahami, dan menghafal cerita turut membentuk kepercayaan diri yang kuat pada peserta. Aspek-aspek ini sangat krusial dalam pengembangan karakter generasi muda.
Advertisement
Advertisement
Potensi Ekonomi Kreatif dan Agenda Rutin Festival
Gubernur Banten Andra Soni menyoroti potensi besar Festival Bertutur Cerita Rakyat Banten dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Dengan 500 peserta yang didampingi orang tua dan guru, bisa dibayangkan berapa jumlah massa yang bergerak. Ini berimplikasi positif terhadap pelaku usaha lokal dan sektor pariwisata.
Atas usulan Ketua DPRD, Pemprov Banten berencana mengadopsi konsep festival penuturan cerita ini untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Banten di masa mendatang. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian integral dari perayaan penting. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.
Cahaya Manthovani mengungkapkan alasan pemilihan Banten sebagai lokasi kedua penyelenggaraan festival setelah DKI Jakarta. Kedekatan geografis dan pengalaman bisnis masa lalu di wilayah tersebut menjadi faktor penentu. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Banten yang memungkinkan acara ini terselenggara dengan sukses.
Advertisement
Setelah sukses di Jakarta dan Banten, Festival Suara Nusantara dipastikan akan menjadi agenda rutin. Jawa Barat telah ditargetkan sebagai lokasi penyelenggaraan selanjutnya, menunjukkan ambisi untuk memperluas jangkauan pelestarian cerita rakyat ke seluruh Indonesia. Ini akan semakin mengukuhkan peran dongeng dalam pendidikan dan budaya.
Sumber: AntaraNews