FOTO: Penampakan Terkini Proyek Pengembangan Stasiun Tanah Abang yang Segera Tuntas
Pengembangan Stasiun Tanah Abang ini akan meningkatkan kapasitas 3 kali lipat, dari 80 ribu menjadi 300 ribu penumpang per hari.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mengembangkan Stasiun Tanah Abang guna meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Stasiun Tanah Abang diperkirakan dapat beroperasi secara penuh untuk melayani penumpang sebelum bulan Ramadan.
Proyek peningkatan dan pengembangan yang dilakukan antara lain pembangunan stasiun baru, penambahan jalur kereta dari empat menjadi enam jalur, penambahan peron dari dua menjadi empat, dan penataan fasilitas integrasi antarmoda.
Dengan penambahan dua jalur baru, pergerakan pada waktu headway khususnya pada lintas Serpong dapat mencapai 3 menit dari sebelumnya 7 menit.
Di samping itu, pengembangan Stasiun Tanah Abang ini bisa meningkatkan kapasitas 3 kali lipat, dari 80 ribu menjadi 300 ribu penumpang per hari.
Adapun ruang lingkup pekerjaan dari masing-masing pihak yaitu DJKA Kemenhub membangun gedung stasiun baru dan jalan kereta api, fasilitas operasi KA (rel, persinyalan), serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di atas jalur KA.
Kemudian, Pemprov DKI membangun pelebaran jalan dan fasilitas integrasi antar moda.
Sedangkan PT KAI membangun area parkir serta penataan e-ticketing, pembangunan plaza dan halaman stasiun, serta fasilitas intermoda dan kanopi.
Stasiun akan dibangun dengan luas bangunan utama 12.000 meter persegi, dan dengan bangunan 2 lantai, yang dilengkapi dengan bangunan komersil dan fasilitas pendukung serta fasilitas disabilitas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada Selasa (4/2/2025), pengerjaan proyek perluasan Stasiun Tanah Abang itu berlangsung. Pengerjaan proyek tersebut beriringan dengan aktivitas layanan terhadap penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline.