Wajah Baru Stasiun Tanah Abang, Pramono: Revitalisasi Ubah Image Negatif
Revitalisasi ini, menurut Pramono, tak hanya soal estetika dan keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan di Ibu Kota.
Stasiun Kereta Tanah Abang kini tampil dengan wajah baru usai direvitalisasi. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyambut baik transformasi ini yang dinilai dapat menghapus kesan kumuh dan negatif yang selama ini melekat pada stasiun ikonik tersebut.
"Jadi integrasi Tanah Abang dan juga dengan berbagai hal, menurut saya ini mengubah pandangan, image yang luar biasa. Dulu kalau orang mau ke Tanah Abang kan takut kecopetan. Sekarang Tanah Abang stasiunnya sudah sangat baik sekali," ujar Pramono di Jakarta, Senin (16/6).
Revitalisasi ini, menurut Pramono, tak hanya soal estetika dan keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Dengan integrasi antarmoda yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan lebih lancar.
"Kami juga menyambungkan dengan konektivitas yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta. Mudah-mudahan ini sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta," jelasnya.
Penataan PKL dan Trotoar Jadi Perhatian
Terkait aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sekitar stasiun, Pramono menyatakan komitmennya untuk melakukan penataan agar tetap tertib tanpa menggangu kenyamanan pengguna jalan dan transportasi umum.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta saat ini juga tengah menata jalur pedestrian atau trotoar di berbagai wilayah, dengan prioritas bagi penyandang disabilitas.
"Sekarang ini kan kita lagi membuat pedestrian terutama di daerah-daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat. Pedestriannya mulai kita tata, kita sambungkan. Memang tidak bisa langsung semuanya… tapi kami memulai dan untuk memulai itu disabilitas menjadi prioritas," tambahnya.
Proyek pengembangan Stasiun Tanah Abang merupakan kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia. Target penyelesaian proyek ini dijadwalkan akhir tahun 2024.
Kapasitas penumpang stasiun diproyeksikan meningkat tiga kali lipat, dari sebelumnya 100.000 menjadi 300.000 orang per hari.
Fasilitas baru yang dibangun meliputi:
- Gedung utama dua lantai
- Area komersial
- Fasilitas integrasi antarmoda
- Sarana untuk penyandang disabilitas
- Trotoar yang terhubung dengan lingkungan sekitar
Pemprov DKI sendiri bertugas menyelesaikan pembangunan jalan-jalan akses dan fasilitas penghubung antarmoda agar integrasi transportasi makin maksimal.