Siswi SMA Meninggal Terlindas Bus Usai Jatuh Akibat Motor Dinaiki Terjerat Kabel, Pemprov Jakarta Beri Santunan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyampaikan belasungkawa terkait peristiwa tersebut.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Siswi SMA Meninggal Terlindas Bus Usai Jatuh Akibat Motor Dinaiki Terjerat Kabel, Pemprov Jakarta Beri Santunan
Siswi SMA Meninggal Terlindas Bus Usai Jatuh Akibat Motor Dinaiki Terjerat Kabel, Pemprov Jakarta Beri Santunan (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan santunan dan bantuan pemakaman kepada keluarga pelajar berinisial NAEP (16), siswi kelas X SMAN 6 Jakarta yang meninggal dunia setelah tewas terlindas bus sekolah usai motor yang dinaikinya terjerat kabel di Jalan Losari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang merenggut nyawa pelajar tersebut. Ia mengatakan Pemprov DKI telah mengerahkan sejumlah perangkat daerah untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga korban.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang siswi yang bernama Neisha Amalia Evrian Putri, 16 tahun, siswi kelas 10 SMA 6 Jakarta, memang betul kemarin meninggal dunia ketika dibonceng terkena kabel di Jalan Losari, Jakarta Selatan,” kata Pramono di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Jumat (19/6).

Santunan Pemprov Jakarta

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta sudah langsung mengambil langkah setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut. Ia telah memerintahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu keluarga korban.

“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, kemudian Bina Marga, dan juga yang lainnya untuk membantu sepenuhnya, termasuk sampai dengan pemakaman kemarin,” jelasnya.

Selain pendampingan dari sejumlah dinas, Pramono mengungkapkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas Bazis) DKI Jakarta juga menyalurkan santunan kepada keluarga korban melalui Pemprov DKI.

“Bahkan, secara khusus Baznas (Bazis) juga akhirnya melalui Pemerintah DKI Jakarta memberikan santunan,” kata dia.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga memfasilitasi proses pemakaman korban. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan adalah penyediaan transportasi bagi para siswa yang ingin mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir.

“Kemarin kita mengirim tiga bus untuk siswa bisa mengantar almarhumah ke pemakaman dan kami juga menanggung, apa ya, pembiayaan untuk itu,” ujar Pramono.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kabel yang menyebabkan kecelakaan tersebut merupakan kabel milik PLN yang terputus.

“Kronologinya mungkin teman-teman sudah tahu, tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN,” ucapnya.

Pramono juga tidak mempersoalkan apabila keluarga korban ingin melanjutkan proses hukum kasus tersebut. Ia menyebut keluarga korban juga memahami langkah hukum yang dapat ditempuh.

“Ini sudah dengan sendirinya, karena memang keluarga ini memahami tentang hukum. Sehingga neneknya juga meminta untuk itu. Karena ini persoalannya sudah masuk wilayah privat, kami persilakan untuk itu,” kata Pramono.

Rekomendasi