Jurus Pramono Urai Macet Cakung-Cilincing, Kontainer Kosong Langsung Dipindahkan

Pemprov DKI Jakarta juga membebaskan tarif retribusi parkir di Terminal Tanah Merdeka mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Jurus Pramono Urai Macet Cakung-Cilincing, Kontainer Kosong Langsung Dipindahkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan eks kebakaran Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang kontainer kosong parkir di badan jalan sebagai langkah mengatasi kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Utara. Seluruh kontainer kosong nantinya akan dialihkan ke Terminal Tanah Merdeka yang disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.

Pramono mengatakan kebijakan tersebut telah diinstruksikan kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin untuk segera diterapkan.

"Saya memutuskan peti kemas kosong tidak boleh lagi parkir di jalan. Semuanya harus dipindahkan ke lokasi yang sudah disiapkan," kata Pramono di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).

Menurut Pramono, parkir kontainer kosong di badan jalan selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan parah di kawasan Cakung-Cilincing. Karena itu, Terminal Tanah Merdeka akan difungsikan sebagai buffer zone atau area penampungan sementara.

"Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone," ujarnya.

Untuk mendorong pengusaha memanfaatkan fasilitas tersebut, Pemprov DKI Jakarta membebaskan tarif retribusi parkir di Terminal Tanah Merdeka mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2026.

"Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif supaya kontainer tidak lagi parkir di sepanjang jalan, tetapi dipindahkan ke tempat yang sudah disiapkan. Terminal Tanah Merdeka mampu menampung lebih dari 200 kontainer," jelasnya.

Pramono menjelaskan kemacetan di kawasan Cilincing dipicu ketidakseimbangan arus kontainer impor dan ekspor. Kontainer berisi barang impor terus berdatangan ke Jakarta, sementara aktivitas ekspor menurun sehingga kontainer kosong menumpuk dan memicu antrean di berbagai titik.

"Banyak kontainer berisi barang impor masuk ke Jakarta, tetapi kontainer kosong untuk ekspor mengalami penurunan yang sangat signifikan sehingga terjadi antrean di mana-mana," tandasnya.

Rekomendasi