Pramono Bela Satpam: Mobil Alphard Itu yang Melanggar

Pramono menyatakan bahwa satpam tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan baik dengan menegur pengendara yang tidak mematuhi aturan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Bela Satpam: Mobil Alphard Itu yang Melanggar
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat memberikan keterangan soal insiden Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa ia tidak ingin satpam yang menegur seorang pengemudi mobil Toyota Alphard di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dipecat. Ia berpendapat bahwa petugas keamanan tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan baik saat menegur pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

Pramono menyatakan bahwa ia telah menonton rekaman video viral yang beredar mengenai insiden tersebut berkali-kali. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki rekaman CCTV yang memberikan sudut pandang lebih jelas untuk memahami kronologi kejadian yang sebenarnya.

"Yang pertama adalah untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa setelah melakukan pemantauan melalui CCTV milik Pemprov DKI, Pramono menyimpulkan bahwa pengemudi Alphard tersebut telah melakukan pelanggaran. Bahkan, Pemprov DKI juga mendapatkan informasi bahwa kendaraan itu diduga menggunakan pelat nomor palsu.

"Dan terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar. Dan kemudian kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang pakai pelat itu adalah pelat palsu," tambah Pramono.

Dengan demikian, Pramono meminta agar pihak penegak hukum memberikan sanksi kepada pengemudi jika masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Ia menegaskan bahwa individu yang berperilaku seolah-olah memiliki kekuasaan, padahal sebenarnya melanggar, harus mempertanggungjawabkan tindakannya.

"Kalau kemudian ini tidak bisa diselesaikan secara baik, ya tentunya yang melakukan seakan-akan berkuasa begitu padahal dia salah, itu harus diberi sanksi," jelasnya lebih lanjut.

Pramono kembali menekankan pentingnya agar satpam tersebut tetap dipekerjakan. Ia berpendapat bahwa tindakan petugas keamanan itu sudah sesuai dengan tanggung jawabnya dalam menjaga ketertiban di area tersebut.

"Karena satpam inilah yang menjalankan tugas dan semua orang melihat dari CCTV maupun CCTV yang lebih lengkap yang sebenarnya dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Wajahnya yang marah juga kita sudah tahu sekali," tutupnya dengan tegas.

Rekomendasi