Gagal Promosi ke Super League, Teco Ajak Manajemen Lakukan Evaluasi Barito Putera Menyeluruh

Pelatih Stefano 'Teco' Cugurra menyerukan Evaluasi Barito Putera secara menyeluruh setelah tim gagal promosi ke Super League, meski menutup musim dengan kemenangan telak. Apa langkah selanjutnya untuk Laskar Antasari?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gagal Promosi ke Super League, Teco Ajak Manajemen Lakukan Evaluasi Barito Putera Menyeluruh
Pelatih Stefano 'Teco' Cugurra menyerukan Evaluasi Barito Putera secara menyeluruh setelah tim gagal promosi ke Super League, meski menutup musim dengan kemenangan telak. Apa langkah selanjutnya untuk Laskar Antasari? (AntaraNews)

Barito Putera harus menelan pil pahit kegagalan promosi ke Super League, kasta tertinggi sepak bola Indonesia, meskipun berhasil menutup kompetisi Liga Championship musim 2025/2026 dengan kemenangan telak. Pertandingan pekan ke-27 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (3/5) itu berakhir dengan skor 8-3 atas Persipal FC. Namun, hasil tersebut tidak mampu mengubah posisi akhir tim di klasemen.

Kegagalan promosi ini terjadi setelah PSS Sleman berhasil memastikan satu tiket ke Super League dengan kemenangan 3-0 atas PSIS Semarang. Sementara itu, Persipura Jayapura juga sukses mengalahkan Persiku Kudus 2-0 untuk melaju ke babak playoff, memperebutkan satu tiket promosi tambahan melawan Adhyaksa FC. Kondisi ini membuat Barito Putera harus puas berada di peringkat ketiga klasemen akhir.

Menanggapi situasi ini, Pelatih PS Barito Putera, Stefano "Teco" Cugurra, secara tegas mengajak manajemen klub untuk segera duduk bersama. Tujuannya adalah melakukan evaluasi Barito Putera secara menyeluruh. Ini penting untuk menentukan arah kebijakan tim ke depan.

Teco menegaskan bahwa langkah evaluasi menjadi sangat penting untuk menyusun strategi pembenahan skuad. Hal ini bertujuan agar tim dapat lebih kompetitif dan konsisten dalam mengejar target promosi pada musim berikutnya. Evaluasi ini diharapkan mencakup berbagai aspek, mulai dari performa pemain hingga strategi kepelatihan yang diterapkan sepanjang musim.

Menurut Teco, kegagalan mencapai target promosi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen tim. Tanggung jawab ini meliputi manajemen, jajaran pelatih, hingga para pemain di lapangan. Ia menekankan bahwa sepak bola adalah kerja kolektif yang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan hasil dari sinergi semua komponen klub.

Pernyataan ini disampaikan Teco dalam konferensi pers di Conference Room Stadion 17 Mei pada Minggu malam. Ia berharap evaluasi yang komprehensif dapat mengidentifikasi akar permasalahan dan menemukan solusi terbaik. Langkah ini krusial untuk memastikan Barito Putera kembali ke jalur yang benar dan siap bersaing di level tertinggi.

Teco juga menyoroti beberapa faktor krusial yang menyebabkan kegagalan promosi tim. Salah satunya adalah selisih poin yang tipis dengan tim pesaing di klasemen akhir. Hal ini diperparah dengan hilangnya poin dalam sejumlah pertandingan penting, termasuk laga kandang yang berakhir imbang dan kehilangan keunggulan pada menit-menit akhir pertandingan.

Pelatih asal Brasil itu menambahkan bahwa awal musim Barito Putera sebenarnya berjalan impresif. Tim berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun yang menjanjikan. Namun, konsistensi performa tersebut tidak mampu dipertahankan hingga fase akhir kompetisi.

Dinamika Liga Championship yang memiliki format lebih panjang dan jadwal pertandingan yang berubah-ubah juga disebut Teco sebagai tantangan. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi tim untuk meningkatkan kesiapan. Ini termasuk menjaga konsistensi performa dan memperkuat kedalaman skuad dengan merekrut pemain berkualitas untuk musim depan.

Meskipun gagal memenuhi target promosi, Teco menilai ada peningkatan performa tim dibanding musim sebelumnya. Peningkatan ini terutama terlihat dari munculnya sejumlah pemain muda yang tampil sebagai pemain inti. Mereka menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang kompetisi.

Teco memberikan contoh positif kepada Geraldo, Adit, dan Frank. Ketiga pemain muda ini dinilai telah menjawab kepercayaan tim pelatih dengan performa menjanjikan. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang klub, menunjukkan bahwa Barito Putera memiliki fondasi kuat untuk masa depan.

Potensi pemain muda ini diharapkan dapat terus diasah dan menjadi tulang punggung tim di musim-musim mendatang. Dengan pengalaman yang didapat di Liga Championship, mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi pemain yang lebih matang dan berkontribusi besar bagi tim.

Pemain Barito Putera, Erwin Gerard, mengungkapkan kekecewaannya meskipun tim meraih kemenangan besar di laga terakhir. Hasil tersebut tidak cukup untuk mengangkat tim promosi sesuai target awal musim. Kekecewaan ini mencerminkan ambisi besar tim untuk berkompetisi di kasta tertinggi.

Meski demikian, Erwin Gerard menegaskan bahwa tim akan menjadikan hasil musim ini sebagai motivasi kuat. Mereka bertekad untuk bangkit dan berjuang lebih keras di musim depan. Dukungan penuh dari pelatih, manajemen, dan suporter yang telah diberikan hingga akhir musim sangat diapresiasi oleh para pemain.

Semangat untuk tidak menyerah dan terus berjuang menjadi kunci bagi Barito Putera. Dengan evaluasi yang matang dan pembenahan yang tepat, Laskar Antasari optimis dapat kembali bersaing ketat dan meraih impian promosi ke Super League pada kesempatan berikutnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi