Uji Coba Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Rangkasbitung, Siap Layani 83.000 Penumpang Per Hari
Kemenhub, KAI, dan KCI sukses uji coba gedung baru Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten. Kini siap menampung hingga 83.000 penumpang per hari dengan fasilitas modern.
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah melaksanakan uji coba pengoperasian gedung baru Stasiun KA Rangkasbitung. Kegiatan penting ini berlangsung di Lebak, Banten, pada Senin, 25 November, menandai langkah krusial sebelum operasional penuh. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh sistem dan memberikan informasi penyesuaian alur layanan kepada masyarakat.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Rangkasbitung dilakukan untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang terus meningkat. Stasiun ini kini hadir dengan desain bangunan yang lebih luas, modern, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi lain di sekitarnya. Peningkatan kapasitas layanan menjadi fokus utama dalam proyek pengembangan ini.
Dengan kapasitas pelayanan yang kini dapat mencapai hingga 83.000 penumpang per hari, dari sebelumnya sekitar 26.000 penumpang, Stasiun Rangkasbitung diharapkan dapat menampung lonjakan jumlah pengguna. Proyek ini juga bertujuan untuk memperlancar mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, menjadikannya simpul transportasi modern yang vital.
Peningkatan Kapasitas dan Fasilitas Stasiun Rangkasbitung Modern
Pengembangan Stasiun Rangkasbitung secara signifikan meningkatkan kapasitas pelayanan penumpang, dari sekitar 26.000 menjadi 83.000 penumpang per hari, untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang terus bertumbuh. Bangunan baru ini didesain lebih luas dan modern, serta terintegrasi dengan moda transportasi lain di sekitarnya. Penataan ruang dilakukan secara terstruktur, mulai dari area concourse, ruang operasional, hingga area komersial.
Fasilitas publik yang tersedia di Stasiun Rangkasbitung baru meliputi ruang tunggu yang nyaman, musala, ruang laktasi, toilet umum, dan toilet ramah disabilitas. Semua fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan pengguna dengan mobilitas terbatas.
Untuk mendukung mobilitas penumpang, stasiun ini dilengkapi dengan 7 lift, 5 eskalator, dan 15 gate tiket otomatis. Selain itu, terdapat 4 akses masuk dan sistem keamanan berbasis CCTV 24 jam yang memastikan keamanan dan kelancaran pergerakan penumpang. Fasilitas-fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan aman bagi semua pengguna.
Optimalisasi Jalur dan Integrasi Antarmoda
Dari sisi operasional, Stasiun Rangkasbitung mengalami penataan jalur dan peron yang lebih efisien untuk mendukung berbagai jenis layanan kereta api. Jalur 2 kini diperuntukkan bagi kereta api lokal, sementara Jalur 3 melayani perjalanan kereta barang. Jalur 4 dan 5 didedikasikan untuk perjalanan KRL, dan Jalur 6 hingga 9 disiapkan sebagai area stabling untuk mendukung pola operasi kereta yang lebih fleksibel.
Penataan jalur ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban arus penumpang serta ketepatan waktu perjalanan kereta api. Dengan pemisahan jalur yang jelas, potensi antrean dan keterlambatan dapat diminimalisir, sehingga layanan transportasi menjadi lebih andal dan efisien. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan operasional Stasiun Rangkasbitung.
Untuk mempermudah perpindahan moda transportasi, Stasiun Rangkasbitung juga dilengkapi dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sepanjang ±85 meter yang memiliki ramp. JPO ini terhubung langsung ke terminal melalui selasar luar, serta menyediakan area drop-zone utara seluas 1.562,79 m² dan area drop-off serta parkir selatan seluas 2.809,44 m². Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas yang mulus antar moda transportasi.
Penyesuaian Alur Penumpang dan Progres Pembangunan
Selama masa uji coba, layanan perjalanan kereta api di Stasiun Rangkasbitung tetap berjalan normal, namun pengguna diharapkan mulai menyesuaikan diri dengan alur baru yang diterapkan. Penyesuaian alur pergerakan penumpang ini, khususnya untuk KRL, dirancang untuk menciptakan perjalanan yang lebih teratur, nyaman, dan aman, terutama pada jam padat penumpang.
Penumpang KRL dari sisi utara (Jalan Sunan Kalijaga) dapat menuju selasar yang terhubung ke area concourse melalui lift, eskalator, atau tangga manual, kemudian melanjutkan ke area loket dan gate tap-in/out sebelum turun ke area peron KRL di Jalur 4 dan 5. Sementara itu, akses dari sisi selatan (Jalan Hardi Winangun) memungkinkan penumpang menuju area concourse menggunakan lift atau tangga manual melalui pintu masuk selatan area JPO. Area selatan ini juga menjadi akses utama khusus untuk drop-off kendaraan, dengan kendaraan yang menurunkan penumpang diarahkan kembali menuju Jalan Sunan Kalijaga.
Progres pembangunan gedung baru Stasiun Rangkasbitung telah mencapai 94,39 persen secara keseluruhan. Rinciannya meliputi pembangunan gedung sebesar 97,89 persen, fasilitas operasi 96,36 persen, penataan jalur dan emplasemen 95,88 persen, serta pembangunan selasar dan ramp JPO sebesar 44,21 persen. Melalui uji coba ini, pemerintah memastikan seluruh sistem teknis, prosedural, dan pelayanan publik dapat diuji secara menyeluruh sebelum implementasi penuh.
Sumber: AntaraNews