Stasiun Rangkasbitung Ultimate: Mampu Tampung 83 Ribu Penumpang, Ditargetkan Rampung Desember 2025
Pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate di Lebak, Banten, yang akan mampu menampung 83 ribu penumpang per hari, ditargetkan selesai pada Desember 2025. Proyek ini menjanjikan peningkatan signifikan dalam layanan transportasi kereta api.
Pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate di Kabupaten Lebak, Banten, terus menunjukkan progres signifikan. Proyek vital ini ditargetkan rampung pada minggu kedua Desember 2025, tepat sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru. Stasiun baru ini dirancang untuk melayani hingga 83 ribu penumpang per hari, meningkat drastis dari kapasitas sebelumnya yang hanya 26 ribu penumpang.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyatakan bahwa pekerjaan pembangunan telah mencapai 92 persen. Pernyataan ini disampaikan saat menyosialisasikan Switch Over 2 kegiatan peningkatan Stasiun Rangkasbitung. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus bertambah.
Dengan rampungnya Stasiun Rangkasbitung Ultimate, diharapkan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi infrastruktur transportasi publik. Peningkatan fasilitas dan kapasitas ini akan memberikan dampak positif bagi pengguna Commuter Line dan Kereta Api Lokal.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian
Pembangunan gedung Stasiun Rangkasbitung Ultimate kini telah memasuki tahap Switch Over 2, setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan Switch Over 1. Tahap Switch Over 3 dipastikan akan rampung sepenuhnya pada bulan Desember 2025, sesuai target yang telah ditetapkan oleh pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta.
Ferdian Suryo Adhi Pramono menjelaskan bahwa progres pekerjaan yang telah mencapai 92 persen menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Target penyelesaian sebelum akhir tahun 2025 ini bertujuan agar stasiun dapat segera beroperasi penuh dan melayani masyarakat, terutama saat puncak liburan akhir tahun.
Pada fase Switch Over 2 ini, Stasiun Rangkasbitung sudah mengoperasikan beberapa jalur penting. Jalur tersebut meliputi Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan Kereta Api Lokal Rangkasbitung-Merak, memastikan layanan transportasi tetap berjalan optimal selama proses pembangunan berlangsung.
Peningkatan Kapasitas dan Fasilitas Modern
Stasiun Rangkasbitung Ultimate dirancang untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas penumpang harian. Dari yang semula hanya mampu melayani 26 ribu penumpang, stasiun ini nantinya akan mampu menampung hingga 83 ribu penumpang setiap hari. Peningkatan ini merupakan respons terhadap pertumbuhan jumlah pengguna transportasi kereta api di wilayah tersebut.
Fasilitas yang disediakan di Stasiun Rangkasbitung Ultimate juga sangat modern dan lengkap. Stasiun ini akan dilengkapi dengan empat pintu masuk dan keluar, serta jembatan penyeberangan orang (JPO) di sisi barat dan selatan. Keberadaan JPO ini akan memudahkan aksesibilitas dan memastikan keamanan penumpang saat berpindah antar peron atau menuju area luar stasiun.
Selain itu, kenyamanan penumpang menjadi prioritas dengan tersedianya tujuh lift dan lima eskalator untuk memudahkan pergerakan. Stasiun ini juga dilengkapi sarana ibadah, toilet yang bersih, serta pos kesehatan untuk keadaan darurat. Ferdian Suryo Adhi Pramono menegaskan, "Kami mengutamakan stasiun ultimate itu kelancaran, keselamatan dan kenyamanan."
Dukungan dan Harapan untuk Pelayanan Terbaik
Pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI). Manager Keamanan PT KAI, Muhammad Soleh, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pengembangan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian. Dukungan ini mencerminkan sinergi antarlembaga untuk meningkatkan kualitas layanan.
Muhammad Soleh menambahkan bahwa tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang di Stasiun Rangkasbitung. "Bagaimana cara penumpang di Stasiun Rangkasbitung itu aman dan nyaman, sehingga tidak membingungkan penumpang," ujarnya, menekankan pentingnya pengalaman positif bagi pengguna jasa kereta api.
Secara keseluruhan, harapan besar diletakkan pada Stasiun Rangkasbitung Ultimate untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan mengutamakan kelancaran dan keselamatan, proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh modernisasi transportasi publik yang efektif dan efisien, serta mendukung mobilitas masyarakat Lebak dan sekitarnya.
Sumber: AntaraNews