Duka Mendalam Kompas TV, Kenang Karyawan Terbaik Jadi Korban Kecelakaan KA di Bekasi
Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa atas kepergian rekan kerjanya tersebut.
Keluarga besar Kompas TV tengah berduka mendalam setelah salah satu karyawannya, Nur Aini Eka Ramdhani, meninggal dunia dalam kecelakaan tragis kereta yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
Peristiwa tersebut menambah daftar korban dalam insiden kecelakaan yang terjadi dan meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan kerja serta lingkungan perusahaan tempat almarhumah bekerja.
Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa atas kepergian rekan kerjanya tersebut. Nur Aini merupakan sosok senior yang memiliki peran krusial dalam setiap proses siaran langsung di stasiun televisi berita tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami keluarga besar Kompas TV dan redaksi Kompas TV mengalami kehilangan yang luar biasa atas kepergian rekan kami, rekan kerja, sahabat, saudara kami yang bernama Nur Aini Eka Ramdhani yang menjadi korban dalam musibah kecelakaan Commuter Line tanggal 27 April malam," kata Yogi kepada wartawan di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4) malam.
Kesedihan Bagi Rekan Sejawat
Kepergian almarhumah menyisakan kesedihan bagi rekan sejawat, mengingat dedikasinya yang telah mencapai belasan tahun. Nur Aini diketahui bergabung sejak masa-masa awal pertumbuhan Kompas TV dan konsisten menunjukkan kinerja yang sangat positif di departemennya.
"Almarhumah bergabung dengan Kompas TV sejak bulan November tahun 2015, artinya ini tahun ke-11 di departemen production support, khususnya berada di peranan penting setiap kami bersiaran langsung di studio," ujarnya.
Berdasarkan data internal perusahaan, almarhumah masih sempat menjalankan tugasnya hingga petang hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Ia tercatat meninggalkan kantor pada pukul 19.31 WIB dengan tujuan pulang menuju kediamannya di wilayah Tambun, Bekasi.
"Almarhumah tercatat meninggalkan kantor menurut catatan mesin absensi itu hari Senin tanggal 27 April pukul 19.31 WIB, tujuannya ke rumah almarhumah di Tambun. Alhamdulillah sudah teridentifikasi tadi baru saja dibawa ke rumah duka di Tambun," jelasnya.
Apresiasi Setinggi-tingginya
Pihak manajemen Kompas TV pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas segala sumbangsih yang telah diberikan almarhumah selama masa baktinya. Nur Aini dikenal sebagai sosok yang sangat loyal dan memiliki hubungan sosial yang sangat luas di lingkungan kerja.
"Dan satu apresiasi terima kasih kepada keluarga besar Nur Aini atas dedikasi, atas sumbangsih 11 tahun untuk Kompas TV. Catatan yang luar biasa, tidak pernah ada catatan buruk atas kinerja beliau. Almarhumah juga dikenal luas pergaulannya, dikenal banyak kawannya," ungkapnya.
Proses pencarian Nur Aini sempat melalui masa-masa kritis sejak Senin malam. Pihak kantor segera membentuk tim krisis setelah mendapatkan laporan dari keluarga bahwa almarhumah tidak kunjung sampai ke rumah hingga larut malam.
"Tadi ada adiknya, Ian namanya, itu biasa menjemput di stasiun. Sampai jam itu dia dapat informasi bahwa ada kecelakaan Commuter Line. Dia merasa bahwa itu kebiasaan jam kakaknya pulang. Terus kemudian dia mengecek dan menyampaikan ke rekan-rekan di kantor," tuturnya menceritakan awal mula pencarian.
Koordinasi
Setelah melakukan koordinasi intensif dengan PT KAI, kepolisian, dan menyisir berbagai rumah sakit, kepastian baru didapatkan pada Selasa siang. Tim krisis yang dibentuk akhirnya menerima kabar duka yang menyatakan bahwa rekan mereka telah berpulang.
"Hingga pukul 01.00 dini hari tadi belum ada kabar di semua rumah sakit. Akhirnya pukul pagi kita sudah putuskan krisis, kita siapkan untuk yang terburuk sembari berdoa tetap ada mukjizat," paparnya.
"Tapi sekitar siang tadi pukul 14.00 kami mendapat konfirmasi bahwa rekan kami, sahabat kami, teman kerja kami sudah berpulang," ujarnya.
Jenazah almarhumah rencananya akan dimakamkan di dekat rumah duka di wilayah Tambun pada Rabu (29/4). Kompas TV memastikan akan memberikan dukungan penuh terkait seluruh proses pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi dedikasi Nur Aini selama 11 tahun terakhir.