Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Trisakti. Nur Alimantun Citra Lestari (19), mahasiswi program studi Manajemen Asuransi, ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang kontak usai pulang dari kampus bersama rekan-rekannya di Stasiun Jatinegara.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi para sahabatnya, termasuk Riza (21), orang terakhir yang sempat bertemu dan menghabiskan waktu bersama almarhumah. Riza menceritakan momen perpisahan mereka yang tidak biasa di Stasiun Jatinegara sebelum kejadian.
"Jadi, bareng-bareng pulangnya. Kebetulan tujuan di keretanya sama. Cuma beda rute aja. Cuman memang pada saat itu, keretanya almarhumah itu beda sama jalur saya," kata Riza kepada wartawan di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4) malam.
Advertisement
Riza menjelaskan, biasanya mereka menunggu di peron yang berdekatan. Namun, pada malam kejadian, takdir seolah membawa mereka ke arah yang berbeda di dalam area stasiun yang menjadi titik transit tersebut.
"Jadi, biasanya kita peron 1 sama 2. Ini pisah di peron 2, saya peron 2 dan dia (Nur Alimantun Citra Lestari) di peron 6. Jadi, memang kita pisahnya di bagian atas itu Jatinegara," ujar Riza mengenang momen terakhir itu.
Riza yang mendapatkan jadwal kereta lebih awal sempat berupaya memastikan posisi sahabatnya. Namun, karena perbedaan jalur peron yang cukup jauh, komunikasi fisik di antara mereka pun terputus di titik perpisahan tersebut.
"Saya kan dapet kereta duluan. Terus sempat ngecek buat kita sendiri ada dimana. Kebetulan, kita enggak liat lagi," ucapnya.
Advertisement
Kecemasan mulai muncul saat pihak keluarga dan teman-teman tidak mendapatkan kabar dari Alimantun hingga pukul 22.00 WIB. Teman korban lainnya, Catherine (19) menyebut, almarhumah adalah sosok yang sangat peduli terhadap teman-temannya.
"Dari kejadian di jam 9, dia memang udah enggak ada kabar, kata teman-teman yang yang sempat Whatsapp-an. Kebetulan saat hari kejadian, saya enggak sempat hubungan," ujar Catherine.
Catherine menceritakan, hari itu sebenarnya mereka baru saja menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS) di kampus. Karena sedang masa ujian, mereka menyempatkan diri untuk berkumpul lebih lama sebelum akhirnya pulang.
"Biasanya kita pulang lebih malam ya. Nyesel aja gitu, kenapa sih enggak malam sekalian gitu. Biasanya jam 8 kita baru keluar dari kampus, tapi ini jam setengah 8 udah di Jatinegara," ungkap Catherine.
Upaya pencarian dilakukan sejak malam hari dengan melacak keberadaan ponsel korban. Berdasarkan data lokasi, ponsel almarhumah sempat terdeteksi berada di area Bekasi pada dini hari sebelum akhirnya tidak aktif.
"Pas di-check location hapenya tuh jam 1 ada di stasiun Bekasi Timur, masih disitu. Dan berusaha di-call juga. Sempet in another call juga. Terus, jam setengah 7 tuh masih berdering. Terus, selebihnya jam 7 ke atas udah off," jelas Catherine.
Advertisement
Pihak keluarga dan sahabat sempat mendatangi rumah sakit sejak pagi hari untuk mencari kejelasan. Namun, saat itu jenazah korban masuk ke RS Polri dengan status belum teridentifikasi sehingga identitasnya belum bisa dikonfirmasi.
"Sebenernya dari pagi ke RS ini udah nanya atas nama ini. Cuman, belum ada kabarnya, yang ada tuh mayat yang belum teridentifikasi. Jadi, suruh nunggu dulu kabar 1x24," ungkapnya
Kini, jenazah almarhumah rencananya akan dipulangkan ke Jambi pada Rabu (29/4) untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Catherine berharap doa terbaik dari semua pihak untuk mengiringi kepergian sahabat tercintanya yang dikenal berkepribadian ceria itu.
"Aku benar-benar minta doanya buat almarhumah. Semoga almarhumah diterima tempat terbaik, semoga Allah terima amal ibadahnya," katanya.