Daftar Nama 10 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Salah Satunya Pegawai Kompas TV

10 korban meninggal berhasil diidentifikasi itu berjenis kelamin perempuan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Daftar Nama 10 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Salah Satunya Pegawai Kompas TV
Daftar Nama 10 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Salah Satunya Pegawai Kompas TV (Merdeka.com)

Rumah Sakit (RS) Polri telah mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. 10 korban meninggal berhasil diidentifikasi itu berjenis kelamin perempuan.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, proses identifikasi dilakukan sejak Selasa (28/4) pagi hingga sore. "Hasil identifikasi dari tim gabungan sampai sore ini," kata Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4).

1. Tutik Anitasari (P/31) alamat Cikarang Barat, Bekasi

2. Harum Anjasari (P/27) alamat Cipayung, Jakarta Timur

3. Nur Alimantun Citra Lestari (P/19) alamat Pasar Jambi

4. Farida Utami (P/52) alamat Cibitung Bekasi

5. Vica Acnia Fratiwi (P/23) alamat Cikarang Barat, Bekasi

6. Ida Nuraida (P/48) alamat Cibitung, Bekasi

7. Gita Septia Wardany (P/20) alamat Cibitung, Bekasi

8. Fatmawati Rahmayani (P/29) alamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi

9. Arinjani Novita Sari (P/25) alamat Tambun Selatan, Bekasi

10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32) alamat Tambun Selatan, Bekasi

Korban Nur Ainia merupakan pegawai Kompas TV yang sebelumnya dilaporkan keluarga hilang kontak usai kecelakaan kereta tersebut.



Jumlah korban meninggal dunia kecelakaan kereta di Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam, kembali bertambah. Jumlah korban meninggal dunia hingga Selasa (28/4) siang, bertambah menjadi 15 orang.

Jumlah korban meninggal bertambah itu diungkapkan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani usai menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Rosan mengatakan bahwa puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. "Kita ketahui ada korban, baik yang sudah meninggal itu 15 orang. Dan korban yang tadi saya sampaikan yang masuk ke rumah sakit itu ada 88, yang di mana 28 orang sudah keluar dari rumah sakit,” kata Rosan.

Rosan menyampaikan keprihatinan mendalam terkait insiden tersebut. Menurut Rosan, pemerintah melalui operator perkeretaapian akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban.

“Tentunya pemerintah, dalam hal ini KAI akan bertanggung jawab penuh atas baik itu biaya pada saat ini, biaya kesehatan, kemudian biaya-biaya lainnya yang menyangkut yang ditimbulkan oleh kecelakaan ini,” jelas Rosan.

Dia juga mengaku telah bertemu langsung dengan para korban untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian bersama kementerian dan lembaga terkait.

“Kami juga akan mengevaluasi secara keseluruhan dan juga melakukan asesmen terhadap kereta api Indonesia ini bersama-sama tentunya dengan kementerian terkait, dengan badan terkait, untuk memastikan bahwa keselamatan itu adalah menjadi prioritas paling utama,” ujar Rosan.

Terkait langkah pencegahan ke depan, Rosan menyinggung rencana pembangunan flyover yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Dia memastikan proyek tersebut akan segera direalisasikan guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

“Dan ini adalah langkah-langkah yang cepat dari Bapak Presiden untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak pernah akan dan boleh terulang lagi,” tutur Rosan.



Rekomendasi