Progres Izin Seaplane Lombok di Bendungan Batujai, Dorong Pariwisata Premium NTB
Proses perizinan seaplane Lombok untuk pendaratan pesawat amfibi di Bendungan Batujai terus bergulir di pemerintah pusat, diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan daya tarik pariwisata premium NTB.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengonfirmasi bahwa proses perizinan pembangunan fasilitas seaplane di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, masih terus bergulir di tingkat pemerintah pusat. Proyek ini bertujuan untuk memfasilitasi pendaratan pesawat amfibi, membuka akses baru bagi sektor pariwisata di wilayah tersebut. Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, menyatakan bahwa seluruh dokumen pengajuan telah diserahkan.
Ervan Anwar menjelaskan bahwa perizinan ini melibatkan berbagai kementerian terkait, termasuk aspek perhubungan udara dan pemanfaatan ruang perairannya. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah pusat untuk memastikan kelancaran proses persetujuan. Harapannya, izin dapat segera dituntaskan agar proyek strategis ini dapat segera direalisasikan.
Pembangunan seaplane ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata jarak pendek di NTB, seperti gugusan Gili Tramena dan Sekotong. Dengan kemampuan lepas landas dan mendarat di perairan sepanjang sekitar 400 meter, pesawat amfibi menawarkan solusi transportasi efisien. Ini akan menarik wisatawan premium yang menginginkan perjalanan cepat dan praktis menuju berbagai lokasi menarik.
Progres Perizinan dan Keterlibatan Kementerian
Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, menegaskan bahwa proses perizinan seaplane di Bendungan Batujai memerlukan waktu dan koordinasi yang cermat dengan pemerintah pusat. Seluruh pengajuan dokumen telah dikirimkan oleh pemerintah daerah ke instansi terkait. Proses ini tidak dapat selesai dalam waktu singkat karena melibatkan berbagai aspek regulasi yang kompleks.
Ervan Anwar menjelaskan bahwa perizinan ini mencakup beberapa dimensi penting. Salah satunya adalah izin pemanfaatan budidaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya dari Balai Wilayah Sungai (BWS) yang mengelola Bendungan Batujai. Aspek lain adalah izin pemindahan kapal pesawat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang mengatur regulasi transportasi udara dan perairan.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian perizinan ini. Dishub NTB terus berkomunikasi aktif dengan kementerian terkait. Diharapkan, sinergi ini akan membuahkan hasil positif, memungkinkan proyek seaplane segera mendapatkan lampu hijau untuk pembangunan dan operasional.
Konsep Seaplane dan Potensi Pariwisata NTB
Konsep seaplane menawarkan inovasi signifikan dalam moda transportasi, menggabungkan kemampuan pesawat udara dengan pendaratan di perairan. Pesawat amfibi ini tidak memerlukan landasan pacu konvensional seperti bandara pada umumnya. Cukup dengan landasan di perairan sepanjang sekitar 400 meter, pesawat sudah bisa lepas landas dan mendarat dengan aman.
Kehadiran seaplane akan membuka konektivitas baru bagi destinasi wisata jarak pendek di NTB yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau laut secara cepat. Destinasi seperti gugusan Gili Tramena, Gili di sekitar Sekotong, Lombok Timur, hingga Teluk Saleh dapat diakses lebih mudah. Ini memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi banyak lokasi menarik dalam waktu yang lebih singkat, mengoptimalkan pengalaman liburan mereka.
Inovasi transportasi ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pariwisata NTB. Dengan kemudahan akses ke berbagai spot wisata, potensi kunjungan wisatawan akan meningkat. Seaplane memberikan alternatif transportasi yang efisien dan menarik, mendukung pengembangan sektor pariwisata di seluruh penjuru NTB.
Target Pasar dan Dukungan Pemerintah Pusat
Meskipun jenis pesawat yang akan beroperasi masih menunggu keputusan pemerintah pusat, segmen pasar utama layanan seaplane ini sudah jelas. Layanan ini menyasar wisatawan kelas menengah ke atas atau premium. Wisatawan dengan waktu terbatas namun ingin menjelajahi banyak destinasi sekaligus menjadi target utama dari fasilitas transportasi ini.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelumnya telah menyatakan dukungan penuh Kementerian Perhubungan terhadap pembangunan seaplane di NTB. Kemenhub berkomitmen untuk memberikan kemudahan izin bagi investor yang tertarik mengoperasikan seaplane. Regulasi akan dibuat fleksibel untuk mendorong partisipasi pelaku wisata dan pengelola hotel.
Menhub Dudy Purwagandhi berharap kehadiran seaplane dapat secara signifikan meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di NTB. Bendungan Batujai yang terkoneksi langsung dengan Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi lokasi strategis. Seaplane diharapkan menjadi alternatif transportasi yang menarik, memperkaya pilihan mobilitas bagi para pelancong.
Sumber: AntaraNews