Animo Wisatawan ke Sembalun Meningkat Drastis saat Libur Lebaran
Kawasan Wisata Sembalun di Lombok Timur alami lonjakan pengunjung domestik signifikan selama libur Lebaran, namun wisatawan mancanegara menunjukkan penurunan.
Kawasan wisata Sembalun, yang terletak di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami peningkatan drastis animo wisatawan domestik selama periode libur Lebaran. Lonjakan kunjungan ini telah terasa sejak sepekan terakhir, membuat sejumlah penginapan dan destinasi favorit di wilayah tersebut penuh sesak.
H. Aras, pengelola Tangga Bungalow, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat untuk berlibur di Sembalun pasca-Lebaran sangat terasa. Destinasi populer seperti Bukit Pergasingan dan Bukit Anak Dara dipenuhi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, menandakan Sembalun sebagai pilihan utama untuk rekreasi keluarga.
Peningkatan kunjungan wisatawan domestik ini tidak hanya menghidupkan suasana, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Penginapan rata-rata terisi penuh selama satu minggu terakhir, menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Sembalun berhasil memanfaatkan momentum libur panjang.
Peningkatan Kunjungan Domestik dan Dampak Ekonomi Lokal
Sejak tanggal 21 Maret, tamu-tamu sudah mulai berdatangan ke Sembalun, memenuhi berbagai akomodasi yang tersedia. Rata-rata penginapan di sekitar jalur pendakian Pergasingan tercatat penuh (full booked) selama satu minggu terakhir, menunjukkan tingginya permintaan untuk berlibur di kawasan tersebut.
H. Aras menyatakan, "Alhamdulillah, sangat berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat atau kita yang mengelola jasa wisata." Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana sektor pariwisata lokal mendapatkan keuntungan langsung dari lonjakan pengunjung domestik ini.
Wisatawan yang mendominasi Sembalun saat ini berasal dari berbagai wilayah, termasuk Bali, Sumbawa, Jakarta, hingga wisatawan lokal NTB. Kehadiran mereka tidak hanya mengisi penginapan, tetapi juga mendorong transaksi di berbagai usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan wisata.
Tantangan Penurunan Wisatawan Mancanegara dan Harapan ke Depan
Meskipun kunjungan domestik meningkat tajam, H. Aras mengakui adanya penurunan signifikan pada segmen wisatawan mancanegara (wisman). Ia menduga eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, mempengaruhi minat turis asing untuk bepergian.
“Karena eskalasi di Timur Tengah itu semakin meningkat, otomatis berpengaruh terhadap kunjungan mancanegara karena mereka khawatir,” terang Aras, membandingkan dengan tahun lalu di mana turis asing sudah banyak berdatangan pada pertengahan Maret dan April.
Menjelang pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani yang telah dilakukan pada 1 April 2024, H. Aras menyebut belum ada lonjakan pemesanan dari turis asing. Namun, ada harapan besar bahwa setelah jalur pendakian utama dibuka, jumlah wisatawan mancanegara akan kembali meningkat. “Kita harapkan setelah Rinjani dibuka tanggal 1 April nanti, tamu bule akan semakin banyak,” sambungnya.
Harapan dan Masukan untuk Pengembangan Infrastruktur
Pihak pengelola Tangga Bungalow menawarkan paket menginap dengan harga kompetitif, berkisar antara Rp250.000 hingga Rp550.000, bergantung pada momentum libur dan sistem aplikasi pemesanan. H. Aras juga berencana merilis restoran dengan menu khas daerah untuk menambah daya tarik kuliner Sembalun.
Namun, ia menitipkan pesan kepada pemerintah daerah terkait infrastruktur pendukung, terutama lampu penerangan jalan di jalur lingkar. Jalur ini kini populer digunakan oleh skuter dan sepeda listrik. "Kita minta pemerintah lebih memperhatikan lampu jalan untuk keamanan tamu yang melintas, terutama di malam hari agar anak-anak yang keliling menggunakan skuter merasa nyaman," cetusnya.
Jaya Kusuma, seorang wisatawan asal Pringgasela, Lombok Timur, yang berkunjung bersama keluarganya, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelayanan pelaku wisata di Sembalun. "Penerimaan di sini sangat kekeluargaan dan pelayanan-nya sangat baik. Ini salah satu tempat yang kami rekomendasikan," kata Jaya. Sebagai pengunjung, Jaya juga memberikan masukan agar pemerintah terus berinovasi dalam mengembangkan fasilitas penunjang, seperti pembangunan kereta gantung dan pengadaan wahana permainan anak untuk memperkaya pilihan wisata keluarga.
Sumber: AntaraNews