Ribuan Wisatawan Padati Bukit Merese, Wisata Mandalika Lebaran Jadi Magnet Utama
Bukit Merese Mandalika menjadi daya tarik utama ribuan wisatawan lokal dan mancanegara selama libur Lebaran 2026. Temukan mengapa Wisata Mandalika Lebaran begitu digandrungi dan dampak positifnya bagi ekonomi lokal.
Ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, membanjiri kawasan wisata Bukit Merese Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama periode libur setelah Lebaran 2026. Pemandangan ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik alam dan budaya lokal dalam menarik pengunjung. Keindahan Bukit Merese menjadi magnet utama bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu libur pasca-Idul Fitri.
Kedatangan para pelancong ini tidak hanya untuk menikmati panorama alam yang memukau, tetapi juga untuk merasakan suasana liburan yang berbeda. Banyak di antara mereka yang sengaja datang untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam yang ikonik dari puncak bukit. Momen ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang ke destinasi populer ini.
Salah satu alasan lain di balik lonjakan kunjungan ini adalah perayaan tradisi Lebaran Topat Suku Sasak. Tradisi ini dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan budaya lokal menjadikan Wisata Mandalika Lebaran pilihan favorit bagi banyak keluarga.
Daya Tarik Bukit Merese dan Tradisi Lebaran Topat
Bukit Merese, yang berdekatan dengan Pantai Tanjung Ann dan Sirkuit Mandalika, menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Wisatawan dapat menikmati hamparan pantai berpasir putih dan perbukitan hijau yang asri. Salah seorang wisatawan dari Kota Mataram, Yuli, mengaku datang bersama keluarga jauh-jauh untuk melihat sunset dari Bukit Merese.
Selain keindahan matahari terbenam, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk merayakan tradisi Lebaran Topat. Tradisi ini merupakan bagian penting dari budaya lokal Suku Sasak yang dirayakan setelah seminggu Idul Fitri. Perayaan ini menambah dimensi budaya pada pengalaman Wisata Mandalika Lebaran, menjadikannya lebih kaya dan bermakna.
Kehadiran wisatawan yang ingin menikmati sunset dan merayakan Lebaran Topat ini menciptakan suasana ramai dan semarak. Mereka tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga ingin merasakan langsung kekayaan tradisi lokal. Hal ini membuktikan bahwa Mandalika memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya dan alam.
Berkah Ekonomi dan Peningkatan Kunjungan Wisata Mandalika Lebaran
Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar. Para juru parkir, pedagang, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan dampak positifnya. Pedagang pernak-pernik gelang dan makanan seperti gorengan telur lilit di lingkar Bukit Merese mengalami peningkatan penjualan yang signifikan.
Mat, seorang penjual gorengan telur lilit di kawasan itu, mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah. Dari pagi sampai sore jualan habis," ujarnya, menunjukkan betapa ramainya transaksi yang terjadi. Rata-rata wisatawan berbelanja mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp20.000 untuk beberapa tusuk telur lilit. Ini menunjukkan perputaran ekonomi yang cukup baik.
Dinas Pariwisata Lombok Tengah mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran mencapai sekitar 14 ribu orang. Angka ini merupakan akumulasi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sejak awal masa libur Lebaran. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhamad Hatta, menyebutkan bahwa data tersebut terhitung sejak Minggu hingga Selasa selama masa libur Lebaran.
Destinasi Favorit dan Prediksi Puncak Kunjungan
Destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama periode ini didominasi oleh destinasi pantai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Selain itu, objek wisata alam lain seperti Air Terjun Benang Kelambu, Benang Stokel, serta sejumlah pemandian alam di wilayah utara Lombok Tengah juga menjadi pilihan. Ini menunjukkan keragaman daya tarik Wisata Mandalika Lebaran.
Lalu Muhamad Hatta memperkirakan bahwa angka kunjungan masih akan terus bertambah. Puncak arus wisatawan diprediksi terjadi pada akhir pekan, bertepatan dengan perayaan Lebaran Topat dan berakhirnya masa libur anak sekolah. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi pariwisata di Lombok Tengah masih sangat besar dan terus berkembang.
Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata terus berupaya meningkatkan fasilitas dan layanan untuk menyambut lonjakan pengunjung. Dengan pengelolaan yang baik, Wisata Mandalika Lebaran diharapkan dapat terus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional. Upaya ini juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pariwisata di kawasan tersebut.
Sumber: AntaraNews