Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat capaian ekonomi yang signifikan. Nilai transaksi yang mencapai Rp21 triliun menjadi indikator kuat bahwa program ini mampu menggerakkan roda perekonomian secara luas.
Tak hanya itu, inisiatif ini juga dinilai berhasil menggeser persepsi publik terhadap Jakarta, dari yang selama ini identik sebagai pusat bisnis, menjadi destinasi wisata domestik yang menarik, terutama saat libur Lebaran.
"Saya melihat program ini sebagai terobosan positif. Program ini membuka peluang baru, khususnya bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan industri kreatif di Kota Jakarta," kata pengamat ekonomi Syane Rachma Dian, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, selama ini potensi wisata Jakarta kurang terekspos karena dominasi citra sebagai kota bisnis. Namun melalui program ini, potensi tersebut mulai terlihat di mata publik.
“Untuk program yang relatif baru, capaian ini sangat signifikan dan menandakan bahwa Jakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata domestik, terutama pada periode libur panjang seperti Lebaran,” tambahnya.
Advertisement
Pariwisata dan UMKM Jadi Motor Utama
Syane menyebut sektor pariwisata dan hospitality sebagai pihak yang paling merasakan dampak langsung. Kolaborasi dengan pelaku usaha hotel, transportasi, hingga tempat hiburan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi.
“Namun, dengan berkembangnya tren lewat media sosial, program ini juga menarik minat wisatawan untuk mengeksplorasi pengalaman baru melalui wisata kuliner dan mengunjungi tempat makan populer,” jelasnya.
Selain itu, pelaku UMKM di sektor fesyen, kerajinan, oleh-oleh, dan produk kreatif turut menikmati peningkatan permintaan. Lonjakan pengunjung di pusat perbelanjaan menjadi bukti bahwa dampak ekonomi program ini menyebar ke berbagai lapisan usaha.
Advertisement
Berpotensi Jadi Strategi Jangka Panjang
Melihat besarnya respons masyarakat, Syane optimistis program ini dapat dikembangkan sebagai strategi jangka panjang, khususnya sebagai stimulus ekonomi musiman saat Lebaran.
“Meninjau magnitude response dan antusiasme masyarakat di Lebaran kemarin, saya melihat adanya potensi untuk program ini dijadikan strategi jangka panjang,” katanya.
Ia menilai, program ini merupakan strategi cerdas dalam membangun citra Jakarta sebagai kota dengan beragam pilihan wisata urban, budaya, kuliner, dan hiburan.
“Pengemasan secara konsisten akan mendatangkan dan meningkatkan kunjungan domestik setiap tahun. Hal ini tentu dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dengan menjaga konsumsi masyarakat saat momen liburan,” ujarnya.
Advertisement
Efek Berganda ke Pelaku Usaha
Salah satu kekuatan utama program ini adalah efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan oleh pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Ketika wisatawan datang dan membelanjakan uangnya di hotel, restoran, pusat belanja, transportasi, dan tempat hiburan, maka pendapatan tersebut tentu akan berputar kembali ke pelaku usaha lain, termasuk UMKM,” jelas Syane Rachma Dian.
Ia mencontohkan meningkatnya kunjungan ke kawasan seperti Blok M, Kota Tua, hingga pusat perbelanjaan yang turut mendorong penjualan makanan lokal, produk kreatif, serta jasa hiburan.
“Jadi, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh usaha besar, namun juga berdampak positif pada pelaku usaha kecil dan menengah,” pungkasnya.