Seorang pemuda berinisial UM (30) meninggal dunia setelah diduga dianiaya seorang perwira Polisi Militer berpangkat Lettu CPM berinisial SN di sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Kasus yang melibatkan TNI Karimun ini ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam.
Informasi dari keluarga korban menyebut UM awalnya berusaha melerai pertengkaran antara SN dan temannya. Namun, UM justru dipukul hingga tidak sadarkan diri. Ia sempat dibawa ke fasilitas kesehatan, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Komandan Denpom 1/6 Batam Letkol CPM Dela Guslapa P menyatakan SN mengakui perbuatannya dan telah diamankan. Ia menambahkan, penyidik akan menelusuri urutan kejadian melalui rekaman CCTV di lokasi.
Advertisement
Keluarga Korban Desak Pengusutan Kasus TNI Karimun
Pihak keluarga meminta penanganan perkara dilakukan transparan dan tuntas. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Senin (27/7/2026), Anita, anggota keluarga korban, menyebut mereka akan mengawal proses hukum.
"Dari pihak keluarga minta diusut sampai tuntas, kalau perlu prosesnya kami kawal. Kami tak terima," kata anggota keluarga korban, Anita.
Keluarga menyatakan UM berniat melerai keributan, tetapi justru menjadi korban. Mereka berharap seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum berlaku.
"Sudah tak bernyawa lagi, tiba-tiba dipukul kayak gitu, memang ini kan cuma niatnya menerai. Dari keluarga besar kami, itu harus diusut," lanjutnya.
Advertisement
Denpom 1/6 Batam: Pelaku Kooperatif, Pukul Leher
Denpom 1/6 Batam memastikan terduga pelaku telah diamankan dan bersikap kooperatif. Pemeriksaan awal mencakup penelusuran rekaman CCTV untuk memastikan kronologi peristiwa.
"Dan pelaku sudah diamankan, pelaku pun kooperatif, jadi untuk kronologi singkatnya, terjadinya di situ, nanti kita cek ke CCTV," kata Dela Guslapa.
Dela menyampaikan keterangan awal bahwa pukulan mengenai bagian leher korban. Setelah itu, korban terjatuh dan meninggal dunia. Ia menekankan keterangan ini masih mengacu pada pengakuan awal terduga pelaku.
"Ini kan baru pengakuan dari tersangka, jadi pada saat melerai kemudian terjadilah entah pemukulan atau dipukul, memang mengibatkan dianya (korban) jatuh langsung yang meninggal. Karena kenanya bagian leher, karena kan vital itu bagian leher walaupun hanya sedikit atau sebentar," pungkasnya.