Anggota TNI diduga memukul seorang warga berinisial S di Rangko, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat. Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf. Budiman Manurung menjenguk S pada Rabu (10/9/2026). Dia menyebut kedatangannya sebagai bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab sebagai pimpinan wilayah.
Budiman menegaskan kunjungan tersebut bukan untuk membenarkan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan anak buahnya.
"Hari ini saya datang sebagai orang tua sekaligus pimpinan wilayah untuk memastikan kondisi kesehatan korban," ungkap Budiman, dikutip dari Antara, Kamis (10/9/2026).
Dia juga menegaskan, apabila benar terjadi pemukulan yang dilakukan oleh anggota TNI, tindakan tersebut merupakan sebuah kesalahan.
"Saya datang sebagai orang tua. Anak buah saya yang melakukan pemukulan, kami bertindak salah. Orang tua datang menjenguk dan melihat kondisi korban," katanya.
Budiman menyayangkan insiden tersebut. Dia mengajak semua pihak membuka diri untuk melakukan introspeksi dan evaluasi atas persoalan yang terjadi.
"Mari kita sama-sama membuka hati dan membuka diri untuk saling mengintrospeksi dan mengevaluasi diri serta mungkin saling memaafkan satu sama lain," ujarnya.
Advertisement
Klarifikasi Isu Perintah Atasan
Di sisi lain, Budiman mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan adanya perintah dari atasan kepada anggota TNI untuk melakukan pemukulan terhadap S.
Dia menegaskan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, anggota TNI yang terlibat telah memperoleh izin dan surat perintah untuk melaksanakan cuti tahunan setelah menyelesaikan tugas di Papua.
"Saya luruskan bahwa yang bersangkutan datang ke Manggarai Barat karena sudah mendapatkan izin dan surat perintah dari pimpinan untuk melaksanakan cuti tahunan. Bukan mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan kegiatan yang tidak baik seperti pemukulan," tegasnya.
Budiman mengatakan anggota tersebut berdinas di Yonif 743/PSY. S baru kembali dari penugasan di Papua sebelum pulang ke kampung halamannya di Manggarai Barat, tepatnya di Rangko, Desa Tanjung Boleng.