Pengemudi Toyota Alphard terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, mengaku mengantuk setelah mengonsumsi obat sebelum kejadian. Pengemudi bernama Yusuf (52), warga Sidoarjo, kini telah diamankan kepoliisan untuk menjalani pemeriksaan.
Kecelakaan pada Rabu (9/9) sore itu, melibatkan sejumlah kendaraan. Sedikitnya belasan kendaraan bermotor mengalami kerusakan dalam rangkaian kecelakaan tersebut.
Yusuf mengatakan, kondisi tubuh sedang tidak fit sebelum mengemudikan Toyota Alphard bernomor polisi N 1882 NCI. Dia mengaku baru meminum obat ketika kendaraan dikemudikannya terlibat kecelakaan di persimpangan lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim.
"Saya kan habis enggak enak badan, ya, habis minum obat. Pas di lampu merah itu saya enggak sadar nubruk Zenix. Terus Zenix-nya kan jalan, maksudnya mau diselesaikan. Nah, pas di situ Zenix mobilnya masih kena juga," ujar Yusuf.
Advertisement
Pengakuan Sopir
Setelah kejadian tersebut, Yusuf mengaku sempat menghentikan kendaraannya ketika kondisi lalu lintas mengalami kemacetan. Dia mengatakan saat itu berniat beristirahat sejenak karena merasa tidak dalam kondisi prima.
Namun situasi berubah ketika sejumlah warga mendatangi kendaraannya. Yusuf mengaku tidak sadar saat kembali menjalankan mobil dan keliru menginjak pedal gas.
"Nah terus kan itu macet, ya. Nah, saya itu berhenti. Niatku mungkin mau tiduran gitu, ya. Terus digedor-gedor begini, akhirnya saya keliru nginjak gas saya. Nggak sadar saya," kata dia.
Mobil tersebut kemudian melaju dan menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Menur Pumpungan. Benturan juga mengenai sebuah gerobak bakso yang berada di pinggir jalan sebelum Alphard menghantam kendaraan lain.
Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan membenarkan bahwa kendaraan tersebut menjadi penyebab rangkaian kecelakaan di lokasi.
Menurut Yunus, rekaman CCTV milik warga menunjukkan Alphard melaju cukup kencang setelah kecelakaan pertama. Polisi masih mendalami alasan kendaraan tersebut terus bergerak hingga akhirnya terjadi kecelakaan beruntun.
"Berdasarkan bukti CCTV yang ada di lokasi dari warga setempat, itu ada kecepatan lumayan tinggi dari Alphard. Dari Alphard berdasarkan bukti CCTV, ya, itu dengan kecepatan tinggi," kata Yunus.
Terkait dugaan bahwa Yusuf sengaja meninggalkan lokasi setelah kecelakaan pertama, Yunus mengatakan pihaknya belum dapat memastikan. Penanganan dan pendalaman perkara kecelakaan lalu lintas tersebut selanjutnya menjadi kewenangan Satlantas Polrestabes Surabaya.
"Kalau itu masih didalami, karena kami dari Polsek Sukolilo hanya melaksanakan TPTKP. Nanti kewenangan pendalaman itu dari Satlantas Polrestabes Surabaya," ujar dia.
Yunus juga membenarkan pengakuan Yusuf mengenai kondisi tubuhnya sebelum kecelakaan. Berdasarkan keterangan sementara, pengemudi Alphard mengaku mengantuk setelah meminum obat karena sedang tidak enak badan.
"Menurut keterangan dari pengemudi Alphard yang menubruk dari belakang, itu pengemudi dalam keadaan ngantuk," jelas dia.
Meski demikian, polisi belum menjadikan pengakuan tersebut sebagai kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan. Kondisi pengemudi, termasuk dampak obat yang dikonsumsinya, masih akan didalami dalam proses penyidikan.
"Saat ini kondisi pengemudi memang konsumsi obat. Obat dalam arti dia menyampaikan dia kondisi kurang enak badan. Ngantuknya disampaikan ngantuk habis minum obat," lanjut Yunus.
Yunus memastikan Yusuf telah diamankan di Mapolsek Sukolilo. Selanjutnya, penanganan perkara akan dilakukan melalui proses penyidikan lebih lanjut.