Warga Pesisir Ikut Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat liputan GAK. Warga pesisir Carita ikut menyisir, KPP Banten masuk hari ketiga. Tim merencanakan rute Panaitan.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Warga Pesisir Ikut Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Sebanyak delapan orang dalam satu rombongan speedboat dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah warga pesisir di sekitar Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, turun membantu pencarian speed boat yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Peristiwa Jurnalis Hilang Kontak itu dilaporkan sejak Senin, 7 September 2026.

Koordinator warga pesisir Irvan Kipong menyebut keterlibatan masyarakat dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan bersama unsur berwenang.

"Hari ini, Kamis (10/9) pukul 07.00 WIB, kami dari kru Ujung Kulon Adventure insya Allah akan menyisir perairan wilayah Panaitan, wilayah Selat Sunda," kata Irvan Kipong. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut Irvan, tim akan menyisir sejumlah titik di sekitar perairan Pulau Panaitan yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda. Pencarian dilakukan menggunakan armada kapal lokal untuk memperluas jangkauan penyisiran di kawasan dengan kondisi perairan yang cukup menantang.

"Yang terkait kemarin kejadian teman kita Abah Bonsai dan bersama kru dan para jurnalis. Semoga pencarian kita ini menyisir ke area Pulau Panaitan membuahkan hasil ada titik terang," ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat pesisir diharapkan melengkapi operasi resmi. Pengetahuan nelayan lokal mengenai karakteristik arus, gelombang, dan angin di Selat Sunda menjadi modal untuk memperluas pencarian.

Hari Ketiga Pencarian Jurnalis Hilang Kontak

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten melanjutkan operasi pada hari ketiga sejak pagi, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang cenderung lebih landai di awal hari.

Kepala KPP Banten Al Amrad menyampaikan kondisi angin dan gelombang mulai menguat memasuki siang hingga sore. "Berdasarkan pantauan di lapangan, angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari. Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter," kata Al Amrad.

Ia mengatakan, area pencarian di sisi selatan telah disisir hingga radius kurang lebih 20 nautical mile dari titik tengah Anak Gunung Krakatau.

Selain memperluas pencarian di sisi selatan, Tim SAR gabungan bergerak ke arah utara di sekitar kawasan Anak Gunung Krakatau berdasarkan perhitungan arus, pergeseran ombak, dan arah angin. "Mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu," papar dia.

Rekomendasi