Istri Jurnalis Merdeka.com Ikut Menyisir Selat Sunda, Berharap Titik Terang

Yanti, istri jurnalis Merdeka.com Arie Basuki, ikut menyisir Selat Sunda bersama tim SAR. Operasi memasuki hari ketiga. Ini yang ia sampaikan.

Pebrianto Eko Wicaksono
Istri Jurnalis Merdeka.com Ikut Menyisir Selat Sunda, Berharap Titik Terang
Yanti, istri Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com yang merupakan salah satu dari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Keluarga lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus menanti kepastian. Sejumlah istri pewarta mendatangi posko pencarian di Carita, Pandeglang, Banten.

Yanti, istri Arie Basuki yang merupakan jurnalis Merdeka.com, turut bergabung dalam pencarian bersama tim SAR gabungan menggunakan kapal Polairud Mabes Polri. Ia menyusuri perairan Selat Sunda dengan harapan segera ada kabar seluruh rombongan.

Ia menyebut keputusannya terjun ke laut murni dorongan batin. "Karena panggilan hati saja saya harus ikut mencari suami saya," kata Yanti, Kamis (10/9/2026).

Yanti mengatakan perbekalan yang dibawa rombongan sudah minim setelah tiga hari mereka hilang kontak, sementara upaya pencarian belum membuahkan hasil. "Karena sudah tiga hari perbekalan mereka juga minim, titik terang belum ada, jadi panggilan hati saja, saya harus ikut cari," tuturnya.

Ia berharap kehadirannya di lapangan bisa mempercepat ditemukannya para korban. "Mudah-mudahan dengan ada ikutnya saya di sini bisa ada titik terang," imbuhnya.

Hari Ketiga Pencarian Lima Jurnalis

Memasuki hari ketiga, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama tim SAR gabungan melanjutkan operasi mencari speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Delapan orang di dalam speed boat masih dicari, terdiri dari kapten kapal, anak buah kapal (ABK), pemandu (guide), dan lima jurnalis.

Pada H-3, sektor pencarian diperluas menjadi enam area dengan total cakupan sekitar 2.483 nautical mile persegi. Operasi melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, potensi SAR, nelayan, dan masyarakat, didukung sejumlah kapal serta RIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S. Sos., menyatakan langkah perluasan dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian. "Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujar Al Amrad.

Operasi SAR turut diperkuat drone thermal, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, dan berbagai dukungan peralatan lainnya.

Rekomendasi