Truk dan Minibus Hantam Rumah hingga SD di Jalur Medan–Berastagi

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas umum dan permukiman warga setempat.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Truk dan Minibus Hantam Rumah hingga SD di Jalur Medan–Berastagi
Kecelakaan beruntun di Jalan Medan–Berastagi. (Istimewa).

Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan di ruas Jalan Jamin Ginting atau jalur Medan–Berastagi, depan Gereja GBKP Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (10/9) pagi. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas umum dan permukiman warga setempat.

​Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, AKBP SL Widodo mengatakan bahwa tabrakan beruntun tersebut melibatkan mobil boks kontainer thermoking berpelat BK 8265 FP, truk Fuso pengangkut jagung BK 8836 EN, serta Toyota Kijang Innova BK 858 WL.

​"Ketiga kendaraan datang dari arah yang sama, yaitu dari Berastagi menuju Medan," kata Widodo, Kamis (10/9).

Widodo menjelaskan laju kendaraan hilang kendali menyebabkan imbas kerusakan meluas ke bangunan dan kendaraan warga sekitar lokasi. Polisi mencatat empat unit rumah penduduk, satu bangunan SD Masehi, serta dua mobil milik warga tengah terparkir ikut hancur dan ringsek.

​"Pemilik rumah yang terdampak insiden ini antara lain Amin Gurusinga (61) dan Suranta Gurusinga (48) warga Sibolangit, serta Linggem Gurusinga (74) dan Daniel Saruhu (61) warga Desa Rumah Sumbul," jelas Widodo.

​Selain bangunan, dua kendaraan warga yang terparkir di sekitar lokasi kejadian, yakni Daihatsu Ayla BK 1785 VX milik Amin Gurusinga dan Gran Max pikap BK 8412 FC milik Linggem Gurusinga turut mengalami kerusakan parah.

Insiden ini juga memicu timbulnya kobaran api pada salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Deli Serdang menerjunkan armada pemadam ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

​Hingga saat ini, petugas masih berada di lapangan untuk melakukan pembersihan material kecelakaan, olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mendata identitas para pengemudi dan korban.

"Anggota masih bekerja di lapangan untuk mendata identitas pengemudi serta memastikan pemicu utama kecelakaan. Informasi perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan secara berkala," pungkas Widodo.

Rekomendasi