Kondisi Terkini Lokasi Bentrok Warga di Menteng

Warga kini dapat menggunakan jalan yang menghubungkan ke Manggarai.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Kondisi Terkini Lokasi Bentrok Warga di Menteng
Kondisi TKP Bentrok di Menteng Hari Ini (Foto: Dimas/Liputan6.com)

Situasi di lokasi bentrokan antarwarga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat mulai terlihat sepi pada Senin (27/7/2026) pagi. Pengamanan di area tersebut juga sudah tak seketat kemarin.

Pantauan Liputan6.com pukul 07.55 WIB, hanya tersisa jejak-jejak dari bentrokan yang terjadi sehari sebelumnya. Tembok pembatas dan pagar besi terlihat hancur akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, kerangka sepeda motor yang sebelumnya terbakar sudah tidak ada di lokasi. Hanya ada puing-puing bangku dan kursi hingga sudut bangunan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran

Di sisi lain, arus lalu lintas di Jalan Tambak kini sudah kembali normal. Masyarakat dapat dengan leluasa melintas di jalan yang menjadi akses penting menuju Manggarai.

Keberadaan aparat keamanan saat ini tidak seketat seperti kemarin. Di area belakang tempat kejadian perkara, hanya terlihat beberapa anggota Brimob yang berjaga, dilengkapi dengan beberapa kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.

Selain itu, tenda yang sebelumnya didirikan oleh Polsek Metro Menteng dan Satpol PP DKI Jakarta kini tampak kosong tanpa penghuni. Hanya ada mandor dan beberapa pekerja bangunan yang bertugas untuk menjaga proses pembangunan di sekitar lokasi tersebut.

 

Kondisi TKP Bentrok di Menteng Hari Ini (Foto: Dimas/Liputan6.com)

Satu orang telah meninggal.

Kondisi TKP Bentrok di Menteng Hari Ini
Kondisi lokasi bentrok di Menteng hari ini (Foto: Dimas/Liputan6.com)

Sebelumnya, pada Minggu (26/7) pagi, terjadi bentrokan antara warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Insiden ini berlangsung hingga siang hari dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah di area tersebut. Untuk menangani situasi ini, pihak kepolisian telah mengamankan sekitar 15 orang untuk dimintai keterangan, di mana tiga di antaranya merupakan terduga pelaku. Selain itu, polisi membagi proses penyidikan menjadi tiga klaster yang berbeda.

Klaster pertama berhubungan dengan aksi kebut-kebutan sepeda motor di kawasan Matraman yang diduga sebagai pemicu awal terjadinya perselisihan. Klaster kedua berkaitan dengan dugaan pemukulan terhadap warga di lokasi pertama kejadian, yaitu di dekat gerobak penjual nasi uduk. Sementara itu, klaster ketiga berfokus pada dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Tambak. Dalam penyidikan terkait klaster penganiayaan ini, pihak kepolisian telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang berinisial S, T, dan U.

Ketiga terduga tersebut diduga terlibat dalam penganiayaan yang berujung pada kematian seorang pemuda berinisial K (23). Selain itu, satu korban lainnya yang bernama DS saat ini masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Rekomendasi